News

Zubairi Djoerban: Dokter dan Nakes Masih Kewalahan, Wajar PPKM Diperpanjang

Ketua Satgas Covid-19 IDI Prof Zubairi Djoerban: Keputusan pemerintah memperpanjang kebijakan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, merupakan hal yang wajar.


Zubairi Djoerban: Dokter dan Nakes Masih Kewalahan, Wajar PPKM Diperpanjang
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. (Dok. Twitter @ProfesorZubairi) ((Dok. Twitter @ProfesorZubairi))

AKURAT.CO Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, keputusan pemerintah dalam memperpanjang kebijakan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, merupakan hal yang wajar.

Sebab, kata Zubairi, para tenaga kesehatan hingga saat ini masih kewalahan menangani pasien Covid-19. Bahkan juga masih banyak pasien kritis yang masih mencari rumah sakit (RS) agar bisa mendapatkan perawatan intensif.

"Dokter dan nakes kewalahan, pasien kritis sulit cari rumah sakit, serta positivity rate pun masih tinggi. Jadi, wajar PPKM darurat diperpanjang," ujarnya sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter-nya @ProfesorZubairi, Jakarta, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut, ia berharap semoga keputusan pemerintah dalam memperpanjang kebijakan PPKM ini bisa memberi waktu bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri dan kembali pulih dengan keadaan yang lebih baik.

"Semoga keputusan ini memberi waktu bagi negara mempersiapkan diri dan bisa konsisten dalam mengawasi sektor-sektor yang diperlonggar," tutur dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan memperpanjang kebijakan PPKM Level 4 selama seminggu. Ini terhitung mulai besok, Senin, 25 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021. 

Jokowi menuturkan, perpanjangan kebijakan ini dilakukan setelah melihat adanya tren perbaikan dalam pengendalian Covid-19 selama PPKM Level 4 dijalankan. 

"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 26 Juli-2 Agustus 2021. Namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati," kata Jokowi dalam konferensi persnya secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Minggu (25/7/2021).