News

Zona Merah di Luar Jawa-Bali Naik, Wakil Ketua MPR: Harus Segera Disikapi Langkah Nyata!

Wakil Ketua MPR RI: Kenaikan jumlah zona merah Covid-19 di luar pulau Jawa-Bali harus diwaspadai lewat kesiapan para pemangku kepentingan di daerah.


Zona Merah di Luar Jawa-Bali Naik, Wakil Ketua MPR: Harus Segera Disikapi Langkah Nyata!
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat (FraksiNasDem)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan, jika peningkatan jumlah zona merah penyebaran Covid-19 di luar pulau Jawa dan Bali harus diwaspadai lewat kesiapan para pemangku kepentingan di daerah dan sejumlah fasilitas kesehatan beserta kelengkapannya.

"Kondisi sebaran zona merah Covid-19 di luar Jawa dan Bali harus segera disikapi dengan langkah nyata dari para pemangku kepentingan di pusat dan daerah," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Dia menyebut, berdasarkan catatan Satgas penanganan Covid-19 per Minggu (1/8/2021) terjadi pertambahan zona merah di tanah air menjadi 33 provinsi dengan 240 kabupaten/kota. Sepekan sebelumnya Minggu (25/7/2021) zona merah tercatat di 32 provinsi dan 195 kabupaten/kota.

Meski dalam catatan tersebut sebaran zona merah di luar Jawa dan Bali jauh lebih banyak. Namun menurutnya, kondisi tersebut harus direspons dengan segera untuk memastikan kesiapan setiap pemerintah daerah.

"Harus diingat kondisi sarana dan prasarana kesehatan serta infrastruktur di luar Jawa dan Bali sangat berbeda," tegasnya.

"Sehingga, kesiapan setiap daerah harus benar-benar rinci untuk menjalankan strategi yang serupa dengan provinsi-provinsi di Jawa-Bali," sambungnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, berharap, para pemangku kepentingan di pusat dan daerah benar-benar mampu berkolaborasi dengan baik, sehingga berbagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di tanah air bisa dilaksanakan sesuai rencana.

"Dukungan masyarakat, dalam bentuk menjalankan protokol kesehatan di keseharian dan kesediaan divaksin akan sangat membantu langkah-langkah pengendalian penyebaran virus korona di tanah air," ujarnya.

Diketahui,Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperbarui data sebaran zona merah atau wilayah dengan risiko penularan tinggi virus corona di Indonesia. Data terakhir per 1 Agustus yang dirilis pada 3 Agustus, mencatat terdapat total 240 kabupaten/kota yang masuk zona merah.

Jumlah daerah yang masuk zona merah pada sepekan terakhir bertambah dibandingkan data pekan lalu yang mencatat 195 wilayah yang dikategorikan zona merah. Tercatat hanya satu provinsi yang tidak masuk kategori zona merah, yakni provinsi Maluku. []