News

Zebracroos Benar-benar Steril, Pengunjung SCBD Tumpah di Trotoar

Area zebracroos di Dukuh Atas yang selama ini dijadikan catwalk model jalanan para remaja yang dikenal sebagai kelompok Sudirman-Citayam-Bojonggede-Depok (SCBD) benar-benar steril dari para pemodel jalanan.

Zebracroos Benar-benar Steril, Pengunjung SCBD Tumpah di Trotoar
Model trotoar Dukuh Atas (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO, Area zebracroos di Dukuh Atas yang selama ini dijadikan catwalk model jalanan para remaja yang dikenal sebagai kelompok Sudirman-Citayam-Bojonggede-Depok (SCBD) benar-benar steril dari para pemodel jalanan. Penjagaan aparat gabungan membuat kikuk para model jalanan yang hendak membuat konten peragaan busana di area zebracroos. 

Kini, para pengunjung area SCBD didorong ke atas trotoar. Hal itu membuat trotoar di area Dukuh Atas penuh sesak. Berbagai atraksi diperagakan disana. Bahkan, pada Minggu (7/8/2022) para pelaku usaha membuka stand di sepanjang sisi jalan yang biasanya dipenuhi pengunjung. Selain itu, para pelaku seni juga memajang karya fotografi di terowongan Kendal yang merupakan akses masuk Stasiun Sudirman. 

Selain itu, Pemprov DKI juga membuka gerai vaksinasi, toilet mobile, hingga ambulans di area Dukuh Atas itu. 

baca juga:

Pengendali Petugas Satpol PP Kecamatan Tanah Abang, Tajuddin Hassan mengatakan, selama tiga hari belakangan, para pelaku usaha difasilitasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI untuk membuka gerai usaha di area Dukuh Atas.

"Hari ini hari terakhir penyelenggaraan Dukuh Atas Street (DAS) Festival. Mulainya sejak hari Jumat kemarin," katanya dilokasi Dukuh Atas, Minggu (7/8/2022). 

Menurut dia, kini, zebracroos yang biasa digunakan sebagai titik peragaan busana jalanan pengunjung Dukuh Atas sudah benar-benar steril. Pengunjung yang hendak beratraksi lenggak lenggok di zebracroos tak bakal nyaman melintas. 

"Saya jaga di Zebracroos ini. Setiap yang mau bikin konten langsung saya ingatkan pakai pengeras suara. Mereka kami dorong ke trotoar saja. Akhirnya (zebracroos) ini benar-benar steril," ungkapnya. 

Memang diakuinya sterilisasi zebracroos itu telah membuat penumpukan pengunjung di area trotoar. Tetapi, kata dia, dampak positif penjagaan petugas gabungan terlihat efektif. Perkembangan iru, kata dia, menunjukkan kemajuan manajemen orang dan lalu lintas di lapangan. 

"Artinya zebracroos sudah kembali ke fungsinya untuk pejalan kaki dan arus lalu lintas menjadi lancar bagi pengendara roda dua maupun roda empat," katanya. 

Sementara itu, Irma (17), pengunjung Dukuh Atas mengaku tak punya pilihan lain selain menuruti arahan dari petugas. Mereka pasrah kehilangan zebracroos sebagai spot pembuatan konten untuk kelancaran pengguna jalan. 

"Mau nggak mau harus ikutin kata petugas. Kalau nggak gitu, nggak bakal nyaman bikin konten lewatin zebracroos," kata remaja asal Kecamatan Limo, Depok itu pasrah. []