News

Zalim, Sopir Angkot Perkosa Nenek Penyandang Disabilitas di Tangerang

Polisi menangkap pria berinisial MB karena memperkosa seorang nenek yang merupakan penyandang tuna netra.


Zalim, Sopir Angkot Perkosa Nenek Penyandang Disabilitas di Tangerang
Ilustrasi - Pemerkosaan (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Anggota Polsek Mau, Polresta Tangerang, Polda Banten menangkap pria berinisial MB karena memperkosa seorang nenek yang merupakan penyandang tuna netra. MB ditangkap pada Kamis (17/6/2021).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menerangkan, korban seorang nenek berusia 60 tahun. Korban merupakan tetangga pelaku. Pelaku kesehariannya menjadi sopir angkutan umum.

"Korbannya adalah nenek dengan kondisi tuna netra. Terduga pelaku telah diamankan di Polsek Mauk," terang Wahyu kepada wartawan sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari PMJNews.com, Minggu (20/6/2021).

Masih kata Wahyu, pelaku melancarkan aksinya pada pagi hari, sekitar pukul 05.00 WIB. Kala itu, anak korban RS (28) tengah membeli makanan dan membiarkan pintu rumahnya terbuka.

"Terduga pelaku melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka sedikit. Kemudian pelaku masuk langsung menggiring korban ke kamar. Lalu melakukan pemerkosaan korban dalam keadaan tidak berdaya," ungkap Wahyu.

Wahyu menerangkan, korban tidak bisa melawan pelaku karena faktor usia. Selain itu, korban menyandang tuna netra. Sehingga pelaku leluasa menguasai tubuh korban.

Aksi pelaku terendus ketika anak korban, RS pulang. RS mendapati sepasang sendal asing di depan pintu rumahnya.

RS kemudian masuk ke rumah. Mengetahui ada yang masuk, pelaku langsung memakai celana dan keluar rumah buru-buru.

"Anak korban mendapati korban dalam keadaan tidak menggunakan celana. Dan pada celana korban terdapat noda atau cairan mirip sperma diduga sperma pelaku," terang Wahyu.

Anak korban pun langsung mendatangi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan perangkat setempat. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Mauk. Polisi yang mendapat laporan langsung bertindak cepat mengamankan pelaku.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 285 dan/atau 286 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tuturnya.[]

  

Arief Munandar

https://akurat.co