News

Yunarto dan Muannas Kompak Sarankan Prabowo Jemput Rizieq Shihab

Yunarto dan Muannas Kompak Sarankan Prabowo Jemput Rizieq Shihab
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya (Instagram/yunartowijaya)

AKURAT.CO, Sejumlah pihak menyarankan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjemput Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (HRS) di bandara pada Selasa (10/11/2020) besok.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya salah satu pihak yang menyarankan Prabowo menjemput HRS. Terlebih, Prabowo pernah melontarkan janji menjemput HRS apabila menang di Pilpres 2019. Yunarto mengatakan ini setelah politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengusulkan Menko Polhukam Mahfud MD menjemput HRS.

"Saya menyarankan menteri pertahanan yang ikut jemput," tulis Yunarto menggunakan akun Twitter @yunartowijaya dikutip Akurat.co, Senin (9/11/2020).

baca juga:

Selain Yunarto, politikus Partai Solidaritas Indonesia Muannas Alaidid ikut komentari pernyataan Fadli Zon

"Mestinya lebih cocok Pak @prabowo apalagi selama pilpres pernah didukung mati-matian," tulis @muannas_alaidid.

"Suruh pak @prabowo dia yang punya janji, masa Anda @fadlizon nuntutnya ke orang lain," sambungnya.

Sebelumnya, Fadli Zon terlibat adu cuitan dengan Mahfud MD. Ia merasa Mahfud MD terlalu menyudutkan HRS. Akan tetapi, Mahfud MD mengingatkan bahwa ia sudah pernah mencoba membantu kepulangan Habib Rizieq dengan mengontak teman-teman tokoh FPI tersebut. Tapi, Ia malah dikirimkan video pernyataan Habib Rizieq yang tidak ingin dibantu pemerintah.

"Pak Fadli Zon, awal-awal saya jadi menkopolhukam saya sudah mencoba menghubungi teman-teman yang dekat dengan Rizieq. Maksud saya akan membantu jika diperlukan. Tapi saya dikirimi video sumpah bahwa dia tak mau bantuan pemerintah. Coba lihat ini. Bagaimana kalau kita mau membantu tapi ditolak? Kok salah terus?" tulis @mohmahfudmd pada 6 November 2020.

Fadli Zon pun menjawab bahwa ia tak mengetahui pernyataan Habib Rizieq dalam video yang ditautkan Mahfud MD.

"Pak @mohmahfudmd, saya tak tahu latar belakang penyataan HRS tersebut. Mungkin saja ada peristiwa atau pengalaman tertentu yang mengiringinya. Namun kalaupun HRS tak mau minta bantuan pemerintah, bukan berarti boleh dipojokkan atau malah dipersulit. Bukankah begitu?" balasan Fadli zon.

Mahfud MD pun menjawab "Konteksnya sebagai pemerintah saya mau membantu tapi dijawab dengan video itu. Kalau kita mau bantu kan harus punya dokumen dan tandatangan dia. Bagaimana kita mendapatkan itu sementara selain ada sumpah bangett dia tak melaporkan masalahnya ke KBRI. Dari mana kita bisa membantu tanpa dokumen?"

Kembali membalas cuitan, Fadli Zon berharap Mahfud sebagai perwakilan pemerintah bisa membuat pernyataan hangat tentang kepulangan Habib Rizieq dan bahkan turut ikut menjemput Habib Rizieq.

"Baiklah Pak @mohmahfudmd mungkin ada kesalahpahaman teori dan praktiknya. Konteks bisa beda . Banyak yang misterius waktu itu. Saya percaya Pak Mahfud mau bantu tapi kan belum jadi Menko. Kalau begitu bantulah kini dengan narasi welcoming yang hangat sebagai warga negara dan ulama. Kalau bisa ikut jemput. Salam," katanya.[]