News

Yunani Masih Diliputi Api, PM Sebut 'Musim Panas Mengerikan' untuk Gambarkan Situasi

Dalam 10 hari terakhir, negara ini menyaksikan lautan api dengan lahan hutan yang terbakar telah mencapai lebih dari 56 ribu hektar


Yunani Masih Diliputi Api, PM Sebut 'Musim Panas Mengerikan' untuk Gambarkan Situasi
Ribuan orang telah dievakuasi dari rumah mereka di beberapa bagian Yunani dan lebih dari seribu petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk mengendalikan api (Reuters via BBC)

AKURAT.CO Hampir senasib dengan Turki, Yunani juga masih diliputi api. Dalam 10 hari terakhir, negara ini menyaksikan lautan api dengan lahan hutan yang terbakar telah mencapai lebih dari 56 ribu hektar, seperti diungkap Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa.

Perdana Menteri (PM) Kyriakos Mitsotakis juga telah berbicara tentang 'musim panas yang mengerikan' karena kebakaran hutan terus melanda. Mitsotakis menegaskan bahwa saat ini, prioritas pemerintah adalah untuk melindungi kehidupan manusia.

"Prioritas pemerintah adalah pertama dan terutama, untuk melindungi kehidupan manusia," kata Mitsotakis.

Sebagaimana diwartakan BBC, Yunani tengah mengalami gelombang panas terburuk dalam lebih dari 30 tahun. Akibat suhu panas yang ekstrem ini, kebakaran terus terjadi dan melahap hutan-hutan Yunani. Dalam 24 jam terakhir ini saja, tercatat ada puluhan kebakaran hutan. Di antara yang terbakar dan paling terkena dampak termasuk pulau terbesar Yunani, Evia, dan daerah-daerah semenanjung Peloponnese seperti Arkadia hingga Olympia yang jadi tempat kelahiran Olimpiade.

Di Evia, lebih dari 2 ribu orang telah dievakuasi melalui feri. Sepuluh kapal sedang menunggu di Pefki, di utara pulau, siap untuk mengevakuasi lebih banyak orang jika diperlukan, kata juru bicara Penjaga Pantai kepada kantor berita AP. Namun, meski ribuan orang sudah dievakuasi sejak Kamis (5/8), tetap ada kekhawatiran bahwa api akan berkobar lagi. Ini terutama karena perkiraan angin yang kencang. 

Pihak berwenang juga sebelumnya telah memperingatkan bahwa risiko kebakaran lebih lanjut tetap tinggi di banyak wilayah di Yunani termasuk Athena dan Kreta.

Sejumlah negara telah menawarkan dukungan untuk Yunani dengan mengirimkan petugas pemadam kebakaran mereka. Negara-negara yang menawarkan bantuan itu di antaranya termasuk Inggris, Prancis, Rumania, hingga Swiss. 

Baca Juga: Yunani Membara! Kebakaran Hutan Terburuk dalam Setengah Abad Paksa Ribuan Warga Mengungsi

Sementara itu di Turki, pihak berwenang telah berjuang untuk menahan sejumlah kebakaran, yang telah digambarkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai kebakaran hutan terburuk di negara itu. Puluhan ribu hektar telah hancur karena api di provinsi Mediterania dan Aegean.

Perubahan iklim meningkatkan risiko cuaca panas dan kering yang kemungkinan akan memicu kebakaran hutan.

Sejak era industri dimulai, Bumi telah menghangat hingga sekitar 1,2 Celcius, dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi.[]