Lifestyle

Yuk Pahami Upacara Melukat, Ritual yang Dijalani Jerinx Usai Bebas dari Penjara

Melukat merupakan upacara untuk membersihkan dan menyucikan diri


Yuk Pahami Upacara Melukat, Ritual yang Dijalani Jerinx Usai Bebas dari Penjara
Jerinx melakukan upacra melukat setelah bebas dari penjara

AKURAT.CO, I Gede Ari Astina alias Jerinx resmi bebas dari penjara pada Selasa (8/6/2021). Usai bebas, Jerinx langsung jalani prosesi melukat.

Dilansir dari laman Dharmadana, sesuai dengan kepercayaan umat Hindu Bali, melukat merupakan upacara untuk  membersihkan dan menyucikan diri agar dapat lebih dekat pada Yang Suci, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ida Sang Hyang Widhi Wasa adalah Maha Suci yang merupakan sumber kesucian.

Melukat berasal dari kata sulukat yakni su yang berarti baik, dan lukat yang artinya pensucian atau melepaskan. Jadi, melukat adalah adalah upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. 

Umat Hindu di Bali percaya bahwa setiap manusia memiliki sifat diri yang kotor. Sifat tersebut harus dibersihkan dan dibuang dari dalam diri manusia. Maka, muncul ritual melukat untuk membuang dan membersihkan segala hal negatif dari diri manusia, baik secara jasmani maupun rohani.  Dengan demikian, seseorang akan bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik di masa selanjutnya. 

Upacara ini dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu hingga saat ini. Biasanya dipimpin oleh seorang pemangku, yang merupakan pemimpimpin upacara keagamaan agama Hindu. Upacara Melukat biasanya dilakukan pada saat bulan purnama, tilem atau pun saat hari besar lainnya.

Proses rangkaian melukat tidak boleh dilaksanakan di sembarangan tempat. Upacara ini umumya dilaksanakan di tempat bersejarah seperti, pura tempat pemandian, sungai, dan pantai yang ada di Bali. Salah satunya adalah Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Setelah Melukat, biasanya masyarakat Hindu Bali akan menganggap diri sendiri menjadi terlahir kembali menjadi suci dan bersih.

Upacara Melukat sering dilakukan beramai-ramai, misalnya oleh sekolah, jawatan, pemerintahan, atau masyarakat setempat. Dan tak hanya umat Hindu yang diizinkan melakukan upacara ini, wisatawan lokal dan mancanegara yang datang sebagai pun diperbolehkan untuk ikut serta.

Untuk melakukan upacara melukat, pemangku akan menyiapkan sesajian seperti prascita dan bayuan  dan diberi mantra-mantra. Orang yang akan diupacarai pun akan dimantrai terlebih dahulu oleh pemangku. Setelah proses pemantraan selesai, orang yang mengikuti upacara ini akan disiram dengan engan air kelapa gading. Lalu ritual berlanjut  dengan pemandian di danau, sungai, laut atau tempat pemandian yang diyakini membawa berkah.

Jenis Upacara Melukat

Ada tujuh macam upacara Melukat apabila ditinjau dari pelaksanaan dan tujuannya. Tujuh macam upacara Melukat tersebut di antaranya:

• Melukat Astupungku, untuk membersihkan dan menyucikan malapetaka seseorang yang diakibatkan oleh Pengaruh hari kelahiran dan Tri Guna (Satwam, Rajas, Tamas) yang tidak seimbang dalam dirinya.

• Melukat Gni Ngelayang, untuk pengobatan terhadap seseorang yang sedang ditimpa penyakit.

• Melukat Gomana, untuk penebusan Oton atau hari kelahiran yang diakibatkan oleh pengaruh yang bernilai buruk dari Wewaran dan Wuku. Misalnya pada mereka yang lahir pada wuku Wayang.

• Melukat Surya Gomana, untuk melepaskan noda dan kotoran yang ada pada diri Bayi. Misalnya pada saat Nelu Bulanin.

• Melukat Semarabeda, untuk menyucikan Sang Kama Jaya dan Sang Kama Ratihdari segala noda dan mala pada upacara Pawiwahan (Perkawinan).

• Melukat Prabu, untuk memohonkan para pemimpin agar kelak dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan kejayaan dan kemakmuran.

• Melukat Nawa Ratna, dapatkan dikatakan mempunyai makna yang sama dengan Melukat Prabu.[]

Azhar Ilyas

https://akurat.co