Lifestyle

Yuk Mengenal Tradisi Sedekah Gunung Merapi

Tradisi sedekah gunung Merapi bertujuan untuk memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari bencana.


Yuk Mengenal Tradisi Sedekah Gunung Merapi
Warga membawa gunungan saat Kirab Kerbau Suro Merbabu Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.)

AKURAT.CO, Setiap tahunnya masyarakat di kaki Gunung Merapi menggelar Sedekah Gunung Merapi. Tradisi ini dilaksanakan pada pergantian tahun baru Islam yakni 1 Muharram atau 1 Suro (kalender Jawa), bertujuan untuk memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari bencana. Selain itu, tradisi ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas keselamatan, dan limpahan rezeki. 

Konon, tradisi sedekah gunung berasal dari kisah babat alas Mbah Petruk. Dikisahkan Mbah Petruk memberi kebonan (ladang) kepada penduduk sekitar, namun di daerah itu hanya ada kerbau. Hal ini menjadikan kepala kerbau sebagai salah satu sesajen dalam tradisi sedekah gunung.

“Sedekah gunung ini untuk nguri-uri budaya dan memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat di bawah Gunung Merapi,” terang Kepala Desa Lencoh, Sumardi, dikutip AKURAT.CO dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Rabu (8/12/2021). 

Yuk Mengenal Tradisi Sedekah Gunung Merapi - Foto 1
Sedekah Gunung Merapi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Prosesi dimulai sejak pagi hari dengan kirab budaya, diikuti seluruh masyarakat dari 10 dukuh di Desa Lencoh. Mereka mengarak kerbau (mahesa) untuk disembelih dari Dukuh Tritis sampai ke Joglo Mandala I Desa Lencoh. Selain itu, mereka juga membawa sesajen yang biasanya terdiri dari nasi gunung (tumpeng) berjumlah sembilan, palawija, dua jenis rokok dengan merek yang sudah ditentukan, jadah bakar, panggan butho yang jumlah umbo rampe dengan jumlah dua buah.

Para tokoh adat kemudian akan menyanyikan kidung-kidung sebagai acara ujub Merapi. Terakhir, pembacaan doa dan kirab pemberangkatan sesajen. Pada puncak prosesi upacara Sedekah Gunung Merapi ini, kepala kerbau yang sudah disembelih dilarung di puncak Gunung Merapi, di di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Usai melakukan prosesi larung kepala kerbau, agenda dilanjutkan dengan kegiatan parade kesenian tradisional setempat. 

Adapun tradisi sedekah gunung Merapi kini bukan lagi menjadi tradisi semata melainkan potensi pariwisata Jawa Tengah yang harus dilestarikan. Ya, pemerintah dan masyarakat Boyolali sendiri berharap tradisi ini mampu menjadi daya tarik wisatan baik domestik maupun mancanegara.[]