Lifestyle

Yuk Mengenal Ragam Bahasa Daerahnya Orang Sumatera Selatan

Setiap suku-suku tersebut memiliki tradisi, makanan dan bahasa masing-masing. Tercatat ada tujuh bahasa daerah di Sumatera Selatan.


Yuk Mengenal Ragam Bahasa Daerahnya Orang Sumatera Selatan
Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan (WIKIPEDIA)

AKURAT.CO, Provinsi Sumatera Selatan dikenal sebagai pusat peradaban manusia pada masa lampau, bahkan sebelum Kerajaan Sriwijaya berdiri. Hal ini terbukti dari catatan sejarah dan sejumlah artefak yang ditemukan di Provinsi Sumatera Selatan.

Maka tak heran jika sekarang Provinsi Sumatera Selatan dihuni oleh beragam suku. Setiap suku-suku tersebut memiliki tradisi, makanan dan bahasa masing-masing. Melansir dari laman resmi kemdikbud, ada tujuh bahasa daerah di Sumatera Selatan. Berikut Akurat.co uraikan satu per satu, Senin, (13/9/2021):

Bahasa Jawa

Bahasa Jawa yang berada di Provinsi Sumatra Selatan cukup mirip dengan bahasa Jawa yang ada di di Surakarta dan Yogyakarta. Persentase perbedaannya mencapai 60 persen, termasuk dialek.

Bahasa Jawa yang terdapat di Sumatra Selatan memiliki tiga dialek, yaitu Makarti Jaya,  Gelebak Dalam-Sebubus, dan Penyandingan. Dialek Makarti Jaya dituturkan oleh masyarakat di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Tembingtinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Pengguna dialek Gelebak Dalam-Sebubus ada di Desa Sebubus, Kecamatan Air Kumbang, Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Sementara dialek Penyandingan dituturkan oleh masyarakat di Desa Penyandingan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Berdasarkan penghitungan dialektometri, persentase perbedaan ketiga dialek tersebut berkisar 51 hingga 81 persen.

Bahasa Kayu Agung

Bahasa Kayu Agung ini memiliki sembilan dialek yaitu Lintang, Kimak, Pagar Dewa, Pematang, Penesak, Kayu Agung Perigi, Kikim, Lubuk Rumbai, dan Ngulak yang digunakan berbeda-beda tergantung wilayahnya.

Dialek Wilayah
Lintang Kecamatan Tanjungsakti Pumu dan Desa Landur
Kimak Desa Rekimai Jaya, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim.
Pagar Dewa Desa Pagar Dewa, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan,Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Pematang Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji,Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Penesak Desa Lubuk Karet, Desa Gedung Agung, Desa Niur, Desa Talang Taling, Desa Tanjung Kurung, Desa Telang, Desa Meranjat Ilir
Kayu Agung Perigi i Desa Perigi, Kecamatan Kayu Agung, KabupatenOgan Komering Ilir (OKI).
Kikim i Desa Babatan Baru, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat
Lubuk Rumbai Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas
Ngulak Kelurahan Ngulak I dan Kelurahan Ngulak, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin.

Persentase perbedaan kesembilan dialek tersebut berkisar 51 hingga 80 persen. Dibandingkan dengan bahasa Melayu, Komering, Lematang, Ogan, Pedamaran, dan Melayu, solek Kayu Agung merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81 hingga 100 persen.

Bahasa Lematang

Bahasa ini terbagi menjadi lima dialek, yaitu Pegagan, Lematang Lahat, Ujan Mas Lama, Rambutan, dan dialek Rambang. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan kelima dialek tersebut berkisar 51 hingga 80 persen. Isolek Lematang merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81 hingga 100 100 persen jika dibandingkan dengan bahasa Kayu Agung, Ogan, Pademaran, Komering, dan Melayu.

Dialek Wilayah
Pegagan Desa Serdang Menang, Desa Sungai Ceper, Desa Suka Cinta, Desa Ulak Kerbau Lama, Desa Kota Dalam, Desa Muara Sindang Tengah,Desa Kuripan, Desa Pajar Bulan, Desa Rantau Alai, Desa Gunung Megang
Lematang Lahat Desa Gedung Agung, Talang Akar, Kabupaten Lahat; Desa Muara Lematang,Kabupaten Muara Enim.
Ujan Mas Lama Desa Ujan Mas Lama, Kabupaten Muara Enim
Rambutan Desa Rambutan, Kabupaten Banyuasin.
Rambang Desa Tanjung Raman, Desa Pagar Gunung, Desa Sugihan, Desa Jemenang, Kabupaten Muara Enim

Bahasa Komering

Bahasa Komering ini memiliki dua dialek. Dialek Pulau Negara dituturkan oleh masyarakat yang berada di Desa Sriwangi, Desa Campang Tiga, Desa Sukaraja, Desa Pulau Negara, Desa Batu Raja Bungin. Sementara dialek Aji dituturkan di Desa Negeri Batin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU). Persentase perbedaan kedua dialek tersebut berkisar 51 hingga 80 persen.

Bahasa Ogan

Bahasa ini digunakan sebagian penduduk yang tinggal di pesisir atau tepian Sungai Ogan, atau lebih tepatnya di Desa Karang Dapo, Desa Talang Akar, Desa Simpang Bayat,  Desa Rantau Alai, Desa Pelabuh Dalam, Desa Parit, Sakatiga Seberang, Desa Tebing Gerinting Selatan dan Desa Tebing Gerinting Utara Nagasari, dan masih banyak lagi. Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Ogan merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81 hingga 100 persen jika dibandingkan dengan bahasa Komering, Lematang, Pedamaran, Melayu, dan Kayu Agung.

Bahasa Pedamaran

Bahasa Pedamaran dituturkan oleh masyarakan yang berada di Desa Pedamaran Lima, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Berdasarkan hasil perhitungan dialektometri, isolek Pedamaran adalah bahasa dengan persentase perbedaan sekitar 81 hingga 100 persen jika dibandingkan dengan bahasa Lematang, Melayu, Kayu Agung, Komering, dan Ogan.

Bahasa Melayu

Bahasa Melayu di Sumatera Selatan terdiri dari sembilan dialek, yaitu Palembang Sukabangun, Kisam, Muara Saling, Selangit, Rupit, Bentayanyang, Palembang, Padang Binduyang, dan dialek Talang Ubi yang digunakan pada daerah-daerah tertentu, termasuk Kelurahan Selangit, Desa Bentayan, Desa Padang Bindu, Kecamatan Rupit dan masih banyak lagi. Persentase perbedaan kesembilan dialek tersebut berkisar 51 hingga 81 persen.

Adapun Bahasa Melayu ini disebut juga bahasa Palembang atau bahasa Musi. Bahasa ini digunakan masyarakat di sebagian wilayah Sumatera Selatan, sehingga berfungsi sebagai bahasa pemersatu.

Itulah tujuh bahasa daerah yang tercatat di laman resmi kemdikbud. Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan masih memiliki banyak bahasa derah lainnya. Misalnya bahasa Pasemah Ranau, Kubu, Pesisir, Sindang Kelingi dan lainnya.[]