Lifestyle

Yuk Lawan Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS

Ada dua cara untuk melakukan deteksi dini payudara, yaitu SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).


Yuk Lawan Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS
Ilustrasi - Pentingnya deteksi dini kanker payudara (FREEPIK)

AKURAT.CO, Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak didiagnosis pada perempuan Indonesia. Penyebab kanker payudara tidak sepenuhnya dipahami. Oleh sebab itu, sulit untuk mencegah kanker payudara. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah melakukan skrining dan deteksi dini. 

Ada dua cara untuk melakukan deteksi dini payudara, yaitu SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).

"SADARI pemeriksaannya satu bulan sekali, dilakukan di hari ketujuh sampai sepuluh terhitung dari hari pertama haid," jelas Dokter spesialis bedah onkologi dr. Bob Andinata, Sp.B(K). Onk., kepada AKURAT.CO saat Pink webinar series Quality Life After Breast Cancer, Jumat, (15/10/2021).

Jangan khawatir, SADARi juga bisa dilakukan oleh perempuan yang sudah menopause alias tidak mengalami menstruasi lagi. Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja, yang terpenting rutin dilakukan sekali sebulan dengan waktu yang sama. 

"Jika sudah menopause, mungkin diingat-ingat dulu, di awal bulankah menstruasinya? Di pertengahan bulan atau diakhir? Itu boleh. Atau yang kedua, pakai tanggal ulang tahun. Misalnya, ulang tahun tanggal 10 maka pemeriksaan dilakukan tanggal 10 juga boleh. Yang penting adalah pemeriksaan setiap bulan," tegasnya. 

Berikut AKURAT.CO uraikan langkah-langkah melakukan SADARI: 

  1. Di depan cermin, angkat tangan dan periksa  apakah ada kemerahan, bengkak atau kelainan di puting atau payudara.
  2. Letakkan tangan di pinggang dan periksa apakah ada kelainan pada puting dan payudara seperti langkah pertama.
  3. Tekan payudara dari atas ke bawah dan rasakan apakah ada benjolan. 
  4. Tekan paydara secara melingkar dan rasakan lagi apakah ada benjolan.
  5. Teka payudara ke arah puting dan lihat apakah ada cairan yang keluar. Jika keluar cairan berwarna putih, itu masih normal. Sementara bila yang keluar adalah warna kuning atau merah atau darah, maka harus dilakukan pemeriksaan. 
  6. Posisi berbaring dengan punggung diganjal bantal,  tekan kembali payudara secara melingkar. 

Meskipun pada saat SADARI tidak ada keluhan maupun gejala kanker payudara, disarankan untuk tetap melakukan SADANIS. 

"SADANIS ini dilakukan bukan saat sudah ada keluhan saja. Tidak ada keluhan pun harus melakukan SADANIS," ujar dr. Bob. 

Untuk perempuan usia di bawah 40 tahun, SADANIS boleh dilakukan setiap dua tahun atau tiga tahun sekali, tergantung faktor risiko.  Namun, wanita yang sudah di atas 40 tahun disarankan untuk melakukannya setiap tahun. Adapun beberapa SADANIS dapat berupa mammografi, dan pemeriksaan penunjang, yaitu USG.[]