Lifestyle

Yuk Kenali Jenis, Gejala dan Faktor Risiko OCD

OCD adalah penyakit mental yang menyebabkan seseorang terjebak dalam siklus obsesi atau dorongan untuk melakukan sesuatu berulang-ulang (kompulsi)


Yuk Kenali Jenis, Gejala dan Faktor Risiko OCD
obsessive compulsive disorder (OCD) (iStockphoto)

AKURAT.CO Lama menghilang dari dunia hiburan, Aliando Syarief mendadak muncul dan mengaku telah didiagnosis mengidap obsessive compulsive disorder (OCD). Menurut International OCD Foundation, OCD adalah penyakit mental yang menyebabkan seseorang terjebak dalam siklus obsesi atau dorongan untuk melakukan sesuatu berulang-ulang (kompulsi). Beberapa orang dapat memiliki obsesi dan kompulsi.

Obsesi adalah pikiran, desakan, atau gambaran mental yang berulang yang menyebabkan kecemasan. Sementara kompulsi adalah perilaku yang kamu rasa perlu dilakukan berulang kali untuk mencoba mengurangi kecemasan atau menghentikan pikiran obsesif.

OCD datang dalam berbagai bentuk, tetapi kebanyakan kasus terbagi atas empat kategori umum:

baca juga:

  • Memeriksa, seperti kunci, sistem alarm, oven, atau sakelar lampu, atau mengira kamu memiliki kondisi medis seperti kehamilan atau skizofrenia
  • Kontaminasi, ketakutan akan hal-hal yang mungkin kotor atau dorongan untuk membersihkan. Kontaminasi mental melibatkan perasaan seperti telah diperlakukan seperti kotoran.
  • Simetri dan keteraturan, kebutuhan untuk mengatur sesuatu dengan cara tertentu
  • Perenungan dan pikiran yang mengganggu, obsesi dengan garis pemikiran. Beberapa dari pikiran ini mungkin keras atau mengganggu.

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa gejala OCD :

Obesesi

  • Takut kuman atau kontaminasi
  • Takut kehilangan atau salah menaruhkan sesuatu
  • Kekhawatiran tentang bahaya yang menimpa diri sendiri atau orang lain
  • Pikiran terlarang yang tidak diinginkan yang melibatkan seks atau agama
  • Pikiran agresif terhadap diri sendiri atau orang lain
  • Membutuhkan hal-hal yang berbaris dengan tepat atau diatur dengan cara tertentu dan tepat

Kompulsif

  • Pembersihan dan/atau cuci tangan yang berlebihan
  • Berkali-kali memeriksa sesuatu, seperti apakah pintu terkunci atau oven mati
  • Penghitungan kompulsif, seperti langkah
  • Memesan dan mengatur sesuatu dengan cara tertentu dan tepat
  • Takut menyentuh gagang pintu, menggunakan toilet umum, atau berjabat tangan

Beberapa orang dengan OCD juga memiliki sindrom Tourette atau gangguan tic lainnya. Tics adalah kedutan, gerakan, atau suara tiba-tiba yang dilakukan orang berulang kali. Orang yang memiliki tics tidak dapat menghentikan tubuh mereka dari melakukan hal-hal ini.

Dalam kasus Aliando, gejala gangguan OCD adalah tidak tega melihat sesuatu dibuang atau dicampakkan, termasuk sampah. 

"Kalau misalkan dari Ali, kan orang beda-beda ya OCD-nya, kalau Ali tuh, aduh apa sih namanya, kalau yang barang tuh enggak boleh ada yang ngambil. Kayak ibaratnya sampah aja tuh maunya disimpan enggak mau dibuang karena kasihan," jelas Aliando.