News

Yuk Kenali Electoral College hingga Swing State: Penentu Kemenangan di Pilpres AS

Electoral college dan swing state turut menjadi kunci penentu kemenangan capres AS.


Yuk Kenali Electoral College hingga Swing State: Penentu Kemenangan di Pilpres AS
Di foto ini, Senator AS Sherrod Brown tengah memberikan suaranya menjelang pemilihan presiden 8 November, di Dewan Pemilihan Wilayah Cuyahoga, Cleveland pada 2016 lalu (AP / David Dermer via ctvnews.ca)

AKURAT.CO, Pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) ke-59 dijadwalkan akan berlangsung pada hari Selasa, 3 November mendatang. Dengan masa pemilihan yang tinggal menghitung hari, pemilu AS pun makin ramai diperbincangkan warga dunia, tidak terkecuali penduduk Indonesia.

Berbagai berita soal debat, kampanye, hingga sepak terjang kedua kandidat presiden bahkan selalu mewarnai media-media Indonesia. Namun, di tengah derasnya info pemilihan, ada satu hal yang  belakangan menjadi poin menarik untuk dibahas warga Indonesia, yaitu aturan pemilu AS.

Pasalnya, negeri Paman Sam memiliki  beberapa aturan pemilu AS yang berbeda dengan Indonesia, termasuk fakta bahwa warganya tidak langsung memilih calon presiden (capres). Jadi, ada kemungkinan kandidat populer dengan suara terbanyak dari publik tidak akan serta merta langsung menjadi pemenang.

Terkait dengan hal ini, warga setidaknya perlu memahami adanya istilah 'electoral college' dan 'swing state'. Terlebih, dua hal ini turut menjadi kunci penentu kemenangan capres AS.

Electoral College sendiri pada dasarnya adalah lembaga konstitusional yang memilih presiden serta wakil presiden AS. Pada saat warga AS pergi ke tempat pemungutan suara, mereka pun sebenarnya memilih sekelompok pejabat yang tergabung dalam electoral college.

Sementara itu, para anggota electoral college secara total terdiri dari 538 orang dan memiliki afiliasi dengan partai dari capres. Menjelang pemilihan, anggota electoral ini pun biasa dicalonkan oleh partai politik di konvensi nasional atau oleh komite pusat partai di negara bagian.

Selain itu, para elector juga tersebar di seluruh 51 negara bagian AS. Karena itulah, setiap negara bagian diberi jatah elector sebanding dengan jumlah penduduknya.

Dengan kata lain, semakin banyak populasi di negara bagian, maka semakin besar pula kursi anggota electoral college yang digunakan untuk memilih presiden dan wakilnya.

CNN



Negara bagian Texas, yang memiliki jumlah populasi 28,9 juta misalnya, memiliki 38 suara elektoral di Electoral College. Kemudian, jika seorang kandidat memenangkan 50,1 persen suara di Texas, maka kandidat itu mendapatkan total 38 suara elektoral negara bagian.

Lalu, ada California dengan penduduk 39,7 juta, memiliki suara electoral terbanyak yaitu mencapai 55. Sedangkan negara bagian yang jumlah penduduknya sedikit, seperti Wyoming, Alaska, North Dakota, hingga Washington DC, diwakilkan minimal tiga orang.

Sementara itu, batas suara electoral sendiri diketahui adalah 270. Jika seorang kandidat berhasil meraup 270 suara electoral atau lebih, maka ia dipastikan akan memenangkan  pemilihan.

Namun, di tengah upaya meraup batas 270 suara itu, para capres AS akan selalu dihadapkan pada 'penaklukan swing state'. Pasalnya, swing state mengacu pada negara-negara bagian yang didominasi oleh penduduk independen dan tidak terafiliasi dengan partai tertentu.

Inilah mengapa para capres AS akan berlomba-lomba mengunjungi swing state alih-alih membuang waktu kampanye di negara bagian yang jelas jadi pendukung partai tertentu.

California contohnya, dikenal menjadi basis pemilih berideologi liberal yang merupakan kantong suara Partai Demokrat. Karena inilah, capres Demokrat jarang berkampanye lantaran kerap menang di negara bagian ini. Sebaliknya, Texas atau Wyoming, bisa dipastikan dengan mudah digenggam capres Republik.

Swing state pun akhirnya dijuluki battle ground lantaran di wilayah itulah, para capres tidak bisa memprediksi jumlah suara yang mereka menangkan.

Sementara itu, pada pemilihan tahun ini, swing state tercatat ada di Arizona, Florida, Colorado, Georgia, Iowa, Maine, Michigan, hingga Nebraska.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu