Lifestyle

Yuk Jauhi Kanker Prostat dengan Pola Hidup Sehat

Kanker prostat memiliki beberapa faktor risiko. Salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat. Oleh sebab itu, kamu perlu mengubah gaya hidup menjadi seh


Yuk Jauhi Kanker Prostat dengan Pola Hidup Sehat
Ilustrasi Olahraga Lari Saat Sore Hari (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kanker prostat merupakan salah satu kanker terbanyak pada pria di dunia, dan menempati urutan ke-5 menurut data dari Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) pada tahun 2020. 

Ketua Prostate Cancer Awareness Month, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp. U (K) Ph.D., menjelaskan bahwa kanker prostat memiliki beberapa faktor risiko. Salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, malas olahraga dan konsumsi makanan tidak sehat.

"Kebiasaan merokok, pola diet yang tidak baik, serta kurangnya seseorang dalam berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada pria,” ujar dr. Rizal dalam Virtual Media Briefing dengan tema Kenali Prostatmu: Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Kanker Prostat pada Orang Dewasa untuk Meningkatkan Usia Harapan Hidup, yang diikuti Akurat.co pada Senin, (6/9/2021).

Untuk mencegah hal ini, dr. Rizal menyarankan untuk segera menerapkan pola hidup sehat. Kamu bisa memulai dari memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Alih-alih mengonsumsi lemak dan karbohidrat, kamu dianjurkan memperbanyak asupan buah dan sayuran.

"Prinsipnya adalah makanan yang sehat. Di Indonesia sendiri sudah cukup bagus, empat sehat lima sempurna. Kemudian mengenai komposisi, saat ini dianjurkan adalah menambah porsi buah dan sayuran. Setiap makan tingkatkan porsi buah dan sayuran," kata dr. Rizal.

"Sangat tergantung kehidupan masing-masing, tapi pada prinsipnya begitu. Daging kemudian karbohidrat, lemak itu perlu kita kurangi," ujarnya.

Selain asupan makanan, olahraga juga berperan penting dalam mencegah kanker prostat. Berbagai studi telah menunjukkan pria yang rutin berolahraga memiliki peluang lebih kecil untuk meninggal karena kanker prostat daripada yang tidak berolahraga.

Namun, dr. Rizal mengingatkan untuk melakukan olahraga dengan benar, bukan asal-asalan. Kementerian Kesehatan sendiri sudah menyatakan bahwa olahraga adalah aktivitas yang tidak berhenti selama 30 menit. Selain itu, olahraga dilakukan minimal tiga kali dalam sepekan.

"Jangan 10 menit, terus berhenti di warung makan, lalu jalan lagi 10 menit. Itu bukan olahraga. Olahraga itu Anda jalan 30 menit tidak boleh berhenti, tidak boleh mampir, minum boleh," ujarnya.

"Sudah disarankan bahwa olahraga tiga kali dalam seminggu, minimal," tegasnya.

Dokter Rizal sendiri tidak mempermasalahkan jenis olahraganya, asal dilakukan dalam durasi waktu 30 menit. Kamu dapat memilih olahraga yang sesuai kondisi kesehatan dan kenyamananmu, misalnya naik sepeda atau hanya jalan kaki.

"Itu silakan olahraga apa saja, Yang lagi in sekarang, sepeda. Itu boleh asal 30 menit, setelah itu mau istirahat, silakan. Jadi, aktivitas olahraga apa saja, nanti disesuaikan dengan kondisi badan. Tapi paling tidak jalan kaki 30 menit tiga kali seminggu," tukasnya.

Selain pola hidup, faktor risiko kanker prostat lainnya adalah usia, ras/etnis, riwayat keluarga dan perubahan gen, hingga sindrom metabolik (diabetes, kolesterol, obesitas).[]