Lifestyle

Yuk Berjemur, Ini Manfaat Sinar Matahari untuk Kesehatan

Sinar matahari bisa menjaga kesehatan jantung hingga menghindari depresi


Yuk Berjemur, Ini Manfaat Sinar Matahari untuk Kesehatan
Manfaat sinar matahri untuk kesehatan fisik dan mental

AKURAT.CO,  Sinar matahari punya banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Ya, sinar matahari adalah sumber vitamin D terbaik untuk tubuh.

Umumnya, vitamin D bisa didapatkan dari ikan, produk susu hingga suplemen vitamin D.

Sayangnya, banyak orang masih kekurangan vitamin D. 

Selain sumber vitamin D terbaik, sinar matahari juga memiliki manfaat lain. Diantaranya adalah meningkatkan mood, tekanan darah hingga kesehatan kulit. 

Berikut AKURAT.CO rangkum manfaat sinar matahari untuk kesehatan fisik dan mental: 

Sumber Vitamin D

Vitamin D atau disebut 'vitamin sinar matahari' adalah sumber nutrisi terbaik untuk kulit.

Kulit memiliki sejenis senyawa yang berfungsi sebagai pembangun vitamin D. Senyawa ini akan berubah menjadi vitamin D saat terpapar radiasi UV-B dari matahari.

Namun, jumlah vitamin D yang dihasilkan tergantung pada beberapa faktor seperti usia, musim, tabir surya, dan pakaian.

Vitamin ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang, otot, gigi, sel darah, jantung, otak, dan daya tahan tubuh.

Selain itu, vitamin D juga dapat membantu meminimalkan risiko penyakit rakhitis, osteoporosis, multiple sclerosis dan beberapa penyakit kronis lainnya.

Untuk bisa merasakan khasiatnya ini, kamu harus konsisten berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15-30 menit.

Atasi berbagai jenis penyakit kulit 

Sinar matahari seringkali dihindari karena dianggap memiliki efek buruk untuk kulit. Namun, faktanya sinar matahari bisa mengobati psorias, eksim, penyakit kuning, dan jerawat.

Menurut sebuah studi, terapi berjemur di pagi hari selama empat minggu terbukti berhasil untuk menghilangkan gejala psoriasis secara signifikan pada 84 persen partisipan.

Namun, terlalu banyak sinar matahari menyebabkan percepatan penuaan kulit. Jadi pastikan untuk mendapatkan sinar matahari dengan durasi dan intensitas yang tepat.

Secara umum, targetkan paparan sekitar 10 hingga 20 menit pada kulit yang tidak terkena tabir surya setiap hari. Dan untuk menghindari risiko penyakit kulit semakin parah, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan berjemur di bawah sinar matahari. 

Menguatkan tulang

Vitamin D3 membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kadar fosfor dalam darah yang dapat memperkuat tulang.

Vitamin D3 adalah vitamin larut dalam lemak yang terbentuk selama proses pembuatan vitamin D saat sinar matahari mengenai kulit.

Jadi, jika kamu memiliki kandungan vitamin D3 yang lebih tinggi di dalam darah maka secara tidak langsung membantu mencegah osteoporosis serta radang sendi.

Menjaga kesehatan jantung

Menurut studi yang dilakukan oleh Journal of Investigative Dermatology,sinar matahari menyentuh kulit, senyawa yang disebut nitric oxide dilepaskan ke dalam pembuluh darah.

Proses ini terbukti bisa  melebarkan pembuluh darah yang secara signifikan menurunkan tekanan darah.

Jika tekanan darah selalu stabil, maka kamu akan terhindar dari risiko penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Meningkatkan kualitas tidur

Sinar matahari juga dapat meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Sinar matahari pagi dapat merangsang sekresi hormon melatonin dalam tubuh.

Melatonin merupakan hormon yang menimbulkan rasa kantuk sekaligus mengatur siklus tidur. Saat kadar melatonin dalam darah rendah, kamu akan kesulitan untuk tidur. 

Sinar matahari juga membuat tubuh mengetahui bahwa ini bukanlah malam hari sehingga tubuh akan mempertahankan ritme sirkadian yang normal.

Sebaliknya, saat mulai gelap maka tubuh akan menerima sinyal bahwa sudah waktunya untuk istirahat sehingga kamu lebih mudah tidur.

Minimalkan risiko depresi

Tak hanya untuk kesehatan fisik, sinar matahri juga bisa berpengaruh pada kondisi psikologis. Sejumlah penelitian menunjukkan kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan depresi yang dikenal dengan Seasonal Affective Disorder (SAD). 

Seperti diketahui, sinar matahari bisa membantu melepaskan serotonin dan endorfin, hormon yang berhubungan dengan suasana hati lebih bahagia.

Jadi, jika kekurangan kadar serotonin, kamu akan cenderung mengalami stres dan depresi berat. Disarankan untuk mendapatkan sinar matahari selama 10-15 menit sehari.

Kapan waktu terbaik mendapatkan sinar matahari? 

Terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari juga bisa menimbulkan ruam dan meningkatkan risiko melanoma atau kanker kulit.

Oleh karena itu, kamu perlu membatasi waktu berjemur di bawah sinar matahari selama 10-20 menit saja.[]