News

YLKI Nilai Wacana Ubah Jam Kerja Jakarta Bakal Bikin Susah Warga

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak ide mengatur ulang jam kerja di DKI sebagai solusi mengurai kemacetan di Jakarta yang kini menunjukkan peningkatan pasca Pandemi COVID-19.

YLKI Nilai Wacana Ubah Jam Kerja Jakarta Bakal Bikin Susah Warga
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menolak ide mengatur ulang jam kerja sebagai solusi mengurai kemacetan di Jakarta.

Menurut yakin, mengatur ulang jam kerja tidak efektif. Dia memprediksi atur ulang jam kerja akan kebijakan yang sia-sia. 

Menurut dia, upaya yang efektif untuk mengurai kemacetan di Jakarta adalah dengan meneruskan kebijakan Work From Home (WFH) sebagaimana yang pernah diberlakukan penuh saat badai varian Delta mengepung Jakarta. 

baca juga:

Dengan bekerja WFH, akan terjadi pengurangan signifikan mobilitas masyarakat di jalanan Jakarta. 

"Suruh bekerja secara online 30-40 persen dari total karyawannya. Ini akan lumayan efektif mengatasi kemacetan. Mengatasi polusi pula. Daripada menggeser jam kerja, itu akan sia-sia. Malah bikin susah warga saja," katanya melalui pesan elektronik Whatsapp, Minggu (7/8/2022). 

Dia mengungkapkan, tak kurang dari 3.000 unit sepeda motor baru dan 1.500 mobil baru mengaspal di jalanan Jakarta setiap harinya. Kondisi itu membuat jalanan Jakarta semakin terbebani. 

"Mengatasinya? Berlakukan saja "situasi pandemi", kerjaan yang bisa online, onlinekan saja. Minimal setiap institusi yang bercokol di Jakarta (ASN, BUMN, Swasta) suruh bekerja secara online," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengusulkan pengaturan jam kerja perkantoran DKI Jakarta. Hal ini sebagai solusi mengatasi kepadatan kendaraan pada jam-jam sibuk.

"Kita koordinasikan dengan instansi terkait mudah-mudahan ini bisa mengurangi kepadatan di jam 6 sampai jam 9 saja. Tapi pergerakan kendaraan menyebar dan tetap terjadi kelancaran," kata Latif, Kamis (21/7/2022).

Disisi lain, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pihaknyatelah menampung aspirasi dari Dirlantas Polda Metro jaya itu. Pernyataan itu dia tulis di akun instagramnya usai menerima kehadiran Kombes Pol Latif Usman pada (27/7/2022) silam.[]