News

YLKI: Jangan Biarkan Nyawa Rakyat Meregang karena Ulah Cukong Penimbun Oksigen

Yayasan Lembaga dan Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah dan kepolisian untuk menindak tegas penimbun oksigen.


YLKI: Jangan Biarkan Nyawa Rakyat Meregang karena Ulah Cukong Penimbun Oksigen
Petugas mengisi tabung oksigen di Aneka Gas Industri, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (1/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Ketua Yayasan Lembaga dan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta pemerintah dan kepolisian untuk menindak tegas dugaan adanya oknum penimbun oksigen pada masa PPKM Darurat.

Pasalnya, hal itu menjadi pemicu kolapsnya rumah sakit (RS) menghadapi lonjakan pasien. Walhasil, banyak pasien meninggal karena tak kebagian oksigen. 

"Saya minta pemerintah dan kepolisian untuk menindak tegas adanya dugaan oknum penimbun oksigen," kata Tulus di Jakarta, Selasa (6/7/2021). 

Dia mengatakan, pemerintah dan kepolisian tak boleh membiarkan praktik-praktik penimbunan oksigen. Penimbunan oksigen di masa pandemi sama saja dengan membiarkan kejahatan kemanusiaan. 

"Jangan biarkan ribuan nyawa meregang karena ada cukong-cukong yang mengambil untung di tengah tsunami pandemi," ujarnya. 

Dia menambahkan, berbagai kajian dan riset oleh pakar dari lembaga-lembaga internasional mengestimasikan bahwa pada akhirnya nanti, antara 20--40 persen suatu populasi akan terinfeksi oleh Covid-19. "Masalahnya jika 20--40 persen ini terjadi serentak atau berbarengan. Inilah yang akan meruntuhkan pelayanan RS. Sebab, 20 persen dari yang terinfeksi Covid ini harus mendapatkan pelayanan RS," katanya. 

Apalagi, untuk pasien bergejala berat. Mereka membutuhkan oksigen dan ICU untuk perawatan intensif. Karenanya, kata Tulus, perlu dijaga dan diatur sebaik mungkin. Inilah hal yang menyebakan pelayanan RS sangat buruk belakangan ini. 

"Kalaupun kena Covid-19, tidak serentak, tapi bergantian. Sehingga pelayanan RS tidak kolaps. Fenomena pelayanan RS dalam tiga minggu ini sungguh miris," ungkapnya.

Permasalahan kelangkaan oksigen ini bukan persoalan isapan jempol belaka. Sebagian pasien yang menjalani isolasi mandiri kini kesulitan mendapatkan oksigen.

Terkait masalah kelangkaan oksigen ini, Menko PMK Muhadjir Effendy, pagi tadi melakukan inspeksi ke dua produsen oksigen di Cibitung dan Cikarang. Dia mengungkapkan bahwa para pelaku industri oksigen telah berkomitmen untuk memprioritaskan hasil produksinya untuk kebutuhan RS. Sehingga kebutuhan oksigen di RS bisa tercukupi. 

"Saya hari ini turun langsung ke lapangan menindaklanjuti kelangkaan kebutuhan oksigen di RS, memastikan bahwa di sektor hulu, tempat produksi, aman," ujarnya usai meninjau pabrik PT Aneka Gas Industri di Cibitung.