News

Yenny Wahid: PKB Dipimpin Cak Imin Semakin Menunjukkan Watak Oligarkis dan Nepotisme

Dia merasa, kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar PKB tidak sehat bagi perkembangan demokrasi.


Yenny Wahid: PKB Dipimpin Cak Imin Semakin Menunjukkan Watak Oligarkis dan Nepotisme
Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar memberikan sambutan saat menggelar diskusi dengan tema 'Manifesto Partai Politik dan Relevansinya Bagi Perjuangan Kebijakan Publik' di kantor DPP PKB di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dalam diskusi tersebut membahas peluang kerjasama PKB dengan partai Conservative di Inggris. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Putri mantan Presiden ke-14, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, turut angkat bicara ihwal dinamika internal di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Dia merasa, kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar PKB tidak sehat bagi perkembangan demokrasi. 

"Dalam pandangan kami, PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi," kata juru bicara Yenny Wahid, Imron Rosyadi Hamid, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/4/2021). 

Imron menyampaikan bahwa, Yenny telah mengetahui dinamika internal PKB pasca-Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak 2021. Menurutnya, selepas kegiatan itu memimbulkan tidak puas para lader di daerah terhadap kepemimpinan Cak Imin. 

Atas dasar itu, kata Imron, Yenny Wahid, menyarankan seluruh pihak termasuk internal DPP PKB dan para sesepuh agar mengingatkan Cak Imin dan lingkaran elitenya untuk kembali pada sejarah awal berdirinya partai. 

"Termasuk sejarah masa lalu Cak Imin dalam memperlakukan Gus Dur dalam konflik PKB yang masih terus diingat warga NU," ungkapnya. 

Bagi Imron, Gus Dur tidak hanya sekedar pendiri PKB, melainkan juga cucu Hadratus Syech Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu. 

"Kami khawatir, diamnya para sesepuh akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin, yang memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh," terangnya. 

"Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal," sambungnya. 

Diketahui, kader PKB di sejumlah daerah berencana menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk melengserkan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dari kursi ketua umum. Dia dinilai melanggar anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) PKB. 

Teranyar, eks Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jeneponto, Sulawesi Selatan, Andi Mappatunru, mengklaim 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 113 DPC PKB sudah konsolidasi untuk mendukung Muktamar Luar Biasa PKB tersebut.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu