News

Yayasan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan dari Siswa SMA Amerika


Yayasan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan dari Siswa SMA Amerika
Siswa sedang mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di Sekolah Khusus Islam Terpadu Yarfin (Yayasan Raudlatul Makfufin) Tunanetra di kawasan Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (19/3/2020). Kepala Sekolah Khusus Islam Terpadu Yarfin, Ade Ismail mengatakan bahwa sosialisasi terhadap kaum disabilitas dari pihak pemerintah memang belum ada terkait virus Corona. Namun mereka secara mandiri untuk mencari pengetahuan melalui internet dan memberikan himbauan kepada siswa untuk pe (AKURAT.CO/AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Tak hanya sektor industri dan ekonomi kerakyatan saja yang terdampak pandemi covid-19. Sektor layanan sosial pun ikut terdampak oleh ganasnya virus corona. 

Salah satunya dirasakan oleh Yayasan Tuna Netra Budi Nurani yang terletak di Jalan Balandongan, Komplek Propelat Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Sukabumi, Jawa Barat. 

Sejak pandemi melanda, mereka kesulitan, baik dari sisi finansial maupun lainnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas ini, Marco Marcello Salim (16), siswa Shoreline Community College, Amerika Serikat rela merogoh koceknya untuk membantu para penyandang disabilitas di sana.

baca juga:

"Ini salah satu langkah yang bisa saya lakukan untuk membantu sesama," kata Marco, di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Memang, Marco menyadari dirinya tak dapat membantu yayasan sosial itu keluar dari kesulitan finansial. Setidaknya, dia berharap, bantuan itu bisa meringankan para pengurus yayasan ataupun penyandang disabilitas untuk sementara waktu. 

Marco bercerita, pemberian bantuan ini bukanlah yang pertama kalinya. Sejak kecil dia bersama keluarganya sering memberikan senjumlah donasi ke yayasan sosial. 

"Intinya, saya senang bisa membantu memberikan dana untuk mereka yang membutuhkan," ujar Marco.

Apa yang dilakukan Marco, diapresiasi oleh Tanti selaku Kepala Sekolah Luar Biasa A (Tunanetra) Budi Nurani. Tanti menuturkan, tak lama setelah pandemi tiba, pihaknya memang kesulitan finansial. 

Biasanya, sebelum virus corona menyebar di Indonesia, pihaknya mendapatkan banyak bantuan, baik dari donatur tetap ataupun tidak. Namun, hingga kini mereka sepi bantuan. 

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu