News

Yang Dibayangkan Orang Zaman Dulu Saat Merokok


Yang Dibayangkan Orang Zaman Dulu Saat Merokok
Staf ahli bidang desentralisasi kesehatan pada Kementerian Kesehatan Pattiselanno Roberth Johan (AKURAT.CO/Siswanto)

AKURAT.CO Pada masa lalu sebelum rokok diketahui dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit mematikan, dalam pikiran orang waktu itu ketika menghisap asap rokok hanya membayangkan tentang kenikmatan. Sebenarnya, bayangan seperti itu jualah yang barangkali ada di orang masa kini.

Staf ahli bidang desentralisasi kesehatan pada Kementerian Kesehatan Pattiselanno Roberth Johan mengatakan pada masa silam, perokok tidak berpikir lebih jauh. Bagi mereka, yang terpikir dari merokok hanyalah kenikmatan yang barangkali lebih nikmat dari makanan enak sekalipun.

“Mereka lebih baik merokok daripada makanan,” katanya kepada AKURAT.CO usai berbicara dalam workshop jurnalis bertema Membongkar Intervensi Industri Rokok Pada Tahun Politik yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen Jakarta di Hotel D’Anaya, Bogor, Jawa Barat.

baca juga:

Menurut penafsiran secara historis orang pribumi mengenal rokok secara luas setelah penjajah bangsa Belanda membuka onderneming tembakau di Nusantara. Mereka membuka perkebunan di sini karena di Belanda kurang cocok. Tanah dan iklim tropis di Nusantara dinilai sangat cocok untuk mengembangkan budidaya tembakau.

“Tembakau ini kan kita tidak punya ya, adanya itu kan dibawa dari India kemudian oleh penjajah dikembangkan di kita. Kemudian di situlah Indonesia mulai mengenal rokok,” katanya.

Sampai sekarang, onderneming-onderneming tembakau yang masih bertahan merupakan peninggalan zaman penjajahan bangsa Belanda.

Mantan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan itu mengatakan sebenarnya tanaman tembakau sudah ada di Bumi Pertiwi jauh sebelum bangsa Eropa datang. Mereka datang hanya membawa bibit yang dianggap lebih baik dan kemudian ditanam di onderneming, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, juga Nusa Tenggara.

Pada masa penjajahan, hasil perkebunan tembakau sebagian diproduksi di sini. Sebagian tembakau yang memiliki kualitas tinggi dikapalkan ke Belanda.

Konsumsi tembakau dengan cara dibakar, kata Pattiselanno Roberth Johan, sesungguhnya juga sudah dikenal jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Tetapi jenis rokoknya berbeda dengan yang dikenal pada zaman Belanda. Pada masa lalu, penduduk pribumi sudah mengonsumsi rokok seperti jenis klobot atau yang dicampur dengan berbagai ramuan.

“Sebelum Belanda minta menanam, itu sudah ada rokok klobot. Tetapi begitu VOC masuk, selain rempah-rempah yang ada, seperti teh, juga tembakau,” katanya.

Pattiselanno Roberth Johan mengatakan pada waktu zaman VOC, dampak rokok terhadap kesehatan belum disadari oleh perokok.

Dengan berkembangnya zaman, mulai disadari, tetapi karena waktu itu jumlah kasus dampak rokok belum terlalu banyak sehingga belum jadi perhatian.

“Baru setelah kita terbebani dengan penyakit seperti TBC, ternyata juga setelah dilakukan survei konsumsi rokok tinggi, baru disadari. Kan dulu kita tidak ada survei-survei. Setelah Orde Baru, program-program kesehatan tertata, kemudian terlihat bahwa dampaknya luar biasa. Penyakit menular TBC salah sebabnya adalah asap rokok,” kata Pattiselanno Roberth Johan.

Kasus kesehatan yang pertamakali ditemukan setelah efek kesehatan disadari adalah masalah pada saluran pernafasan dan TBC. Belakangan setelah dilakukan survei-survei, penyakit yang tidak menular yang terkait dengan asap rokok juga banyak.

“Kira-kira 30 tahun atau 40 tahun yang lalu kita mulai melakukan survei," kata dia. []