News

Yakin Bisa Diproses, Bareskrim: Joseph Paul Zhang Masih WNI

Masyarakat diharap bersabar menunggu proses hukum


Yakin Bisa Diproses, Bareskrim: Joseph Paul Zhang Masih WNI
Joseph Paul Zhang dilaporkan polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26 dan diduga menghina Nabi Muhammad SAW. (Youtube/Jozeph Paul Zhang)

AKURAT.CO, Polri menyebutkan bahwa youtuber Joseph Paul Zhang (JPZ) masih berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). Oleh karenanya, penyidik Bareskrim yakin dapat menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Joseph. 

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa pendeta Joseph alias Shindy Paul Soerjomoeljono (SPS) tidak pernah mengajukan permohonan penggantian kewarganegaraan sejak 2017. Kemudian pada 2018, Joseph meninggalkan Indonesia. 

"Berdasarkan data, saudara SPS atau JPZ masih merupakan warga negara Indonesia dan memiliki hak dan kewajiban untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia," kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/4/2021). 

Saat ini, kata dia, Bareskrim Polri masih melakukan koordinasi dengan atase Polri yang berada di KBRI Berlin, Jerman untuk menginvestigasi keberadaan Joseph untuk dilakukan penangkapan. 

Ramadhan mengatakan, penydik tengah menindaklanjuti dengan  menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Joseph untuk mengajukan red notice ke Interpol pusat di Lyon. 

Sehingga, lanjut dia, nantinya kepolisian dapat menjemput tersangka yang berada di luar negeri. 

Untuk diketahui, status Red notice merupakan sebuah mekanisme berupa notifikasi permintaan dari satu negara anggota Interpol ke anggota lainnya, yang terdiri atas ratusan negara untuk ikut mencari hingga menangkap buronan.

Sebelumnya, tim penyidik Bareskrim telah menetapkan Joseph Paul Zhang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, dalam  pernyataannya di sebuah tayangan video zoom di kanal YouTube. 

Joseph mengaku sebagai nabi ke-26. Pernyataan itu disampaikan ketika Jozeph membuka forum diskusi zoom bertajuk "Puasa Lalim Islam". 

Tersangka Joseph diduga melanggar pasal 28 ayat 2 terkait ujaran kebencian dalam Undang-undang ITE. Dan juga melanggar pasal 156 huruf a terkait penodaan agama yang ada didalam KUHP. []

Bayu Primanda

https://akurat.co