Ekonomi

Yah! Terjerat Masalah Utang Garuda Belum Bisa Gabung Holding Aviasi Pariwisata

BUMN menargetkan PT Garuda Indonesia Tbk bakal bergabung dengan Holding BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia/Aviata (Persero) pada 2023.


Yah! Terjerat Masalah Utang Garuda Belum Bisa Gabung Holding Aviasi Pariwisata
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) melakukan pemeriksaan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (30/7/2018). PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merampungkan sekuritisasi pendapatan penerbangan rute Timur Tengah senilai Rp 2 triliun. Sekuritisasi tersebut dikemas dalam kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) yang terdiri atas kelas A sebesar Rp 1,8 triliun dan kelas B Rp 200 miliar. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan meski PT Garuda Indonesia Tbk belum bisa masuk holding tapi tetap menargetkan bakal bergabung dengan Holding BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia/Aviata (Persero) pada 2023.

"Kami harapkan restrukturisasi Garuda akan cepat tuntas dan selesai, sehingga mereka akan masuk menjadi bagian Aviata ke depan," jelas Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo, Jum'at (22/10/2021). 

Pria yang akrab disapa Tiko itu menuturkan bahwa penggabungan pada holding pariwisata tersebut akan melalui tiga tahap di mana tahap pertama telah terselesaikan pada triwulan III-2021, tahap kedua pada triwulan IV-2021, dan tahap ketiga di 2023.

Adapun untuk tahap pertama telah berhasil menggabungkan PT Hotel Indonesia Natour (HIN), PT Sarinah (Persero), PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan PT Taman Wisata Candi (TWC). Kemudian, lanjutnya, proses inbreng PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) pada tahap kedua.

"ITDC akan menyusul pada triwulan IV-2021 pascaproses penyertaan modal negara (PMN) sebagai persero," imbuhnya.

Selanjutnya, kata dia, barulah Garuda akan bergabung dengan Aviata pada tahap ketiga setelah proses restrukturisasi selesai.

Ia menambahkan ketika dibentuk, Aviata digagas untuk bisa membangun peningkatan kontribusi sektor pariwisata, namun saat COVID-19 tugas holding BUMN tersebut diatur ulang agar bisa melakukan restrukturisasi pascapandemi.

Selain melakukan restrukturisasi, pria yang akrab dipanggil Tiko tersebut pun menjelaskan fokus Aviata saat ini yaitu turut menyelenggarakan kegiatan besar yang diharapkan bisa menjadi katalis untuk pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

Salah satunya, yakni kegiatan World Superbike di Mandalika pada November 2021 yang akan menjadi awal pemulihan sektor pariwisata dan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru pasca pandemi COVID-19.