Ekonomi

Yah, Mulai April Tarif Diskon Stimulus Listrik Dipangkas 50 Persen

Yah, Mulai April Tarif Diskon Stimulus Listrik Dipangkas 50 Persen
Warga memasukkan nomor token listrik PLN di Rumah Susun Bendungan Hilir 2, Jakarta, Kamis (7/1/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menyampaikan bahwa pemberian stimulus listrik untuk triwulan II bagi golongan rumah tangga, industri serta bisnis kecil dengan kapasitas 450 VA akan mengalami pemangkasan menjadi 50%.

"Untuk triwulan II dengan membaiknya perekonomian nasional, maka dengan itu diputuskan bahwa pemberian diskon tarif yaitu untuk golongan rumah tangga, industri serta bisnis kecil dengan kapasitas 450 VA akan diberikan diskon sebesar 50% baik untuk Reguler (Pascabayar) maupun Prabayar. Jadi tidak lagi 100%," tuturnya pada saat konferensi pers virtual bersama media di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Sedangkan untuk pelanggan golongan rumah tangga dengan daya 900 VA yang selama ini menerima 50% diskonnya, untuk triwulan II ini diputuskan akan mendapatkan tarif diskon sebesar 25% baik untuk Reguler maupun Prabayar.

baca juga:

"Lalu bagaimana dengan bentuk stimulus lainnya seperti pembebasan berapa ketentuan minimum dan abonemen serta biaya beban?, sesuai dengan keputusan akan diberikan 50% dari triwulan sebelumnya," ucapnya.

Secara total, kebutuhan anggaran pemerintah untuk stimulus diskon listrik sepanjang Januari 2021 hingga Juni 2021 adalah sebesar Rp5,67 triliun yang akan dinikmati oleh 32,5 juta pelanggan PLN.

Rida menjelaskan pada 2020 pemerintah memberi anggaran stimulus pembebasan rekening minimum dan biaya beban atau abonemen sebesar Rp 2,35 miliar per bulannya. Kemudian pada kuartal II/2021, pemerintah hanya mengucurkan Rp1 miliar per bulannya.

Sementara itu, pada kuartal II/2021 dengan dipangkas 50%. Maka pemerintah diproyeksikan hanya mengucurkan Rp 421,72 miliar masih lebih rendah.

"Untuk operasionalnya itu, tiga menteri, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri BUMN, keluar kesepakatan mempertegas pemberian 50 persen untuk triwulan II dengan kriteria industri dan bisnis sudah mulai menggeliat," ungkapnya.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menetapkan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) periode April-Juni 2021 untuk 13 pelanggan non subsidi per 1 April-30 Juni 2021 tidak mengalami kenaikan besaran tarif tenaga listrik. Artinya, tarif listrik golongan tersebut tetap sama seperti periode sebelumnya yakni Januari-Maret 2021.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu