News

Xi Jinping Kirim Surat untuk Kim Jong-un, Janji Perkuat Persahabatan

Xi Jinping Kirim Surat untuk Kim Jong-un, Janji Perkuat Persahabatan


Xi Jinping Kirim Surat untuk Kim Jong-un, Janji Perkuat Persahabatan
Dalam suratnya untuk Kim Jong-un, Xi Jinping berjanji mengembangkan persahabatan tradisional China-Korea guna meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa dan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan (KCNA via UPI)

AKURAT.CO, Presiden China Xi Jinping berjanji mendukung pembangunan ekonomi Korea Utara dalam balasan surat untuk Kim Jong-un.

Menurut laporan surat kabar Partai Buruh Korea Rodong Sinmun pada Kamis (29/10), Xi mengirim pesan setelah Kim memberikan ucapan selamat untuk Xi pada peringatan 71 tahun berdirinya Republik Rakyat China. Peringatan itu jatuh pada 1 Oktober.

Menurut laporan Rodong, Xi berjanji mengembangkan persahabatan tradisional China-Korea guna meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa dan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan.

"Secara global saat ini, perubahan besar terjadi dengan cepat untuk pertama kalinya dalam satu abad. Persahabatan tradisional antara kedua negara semakin kuat seiring berjalannya waktu," tulis Xi.

Pernyataan dukungan China untuk Korea Utara ini datang saat Korea Utara sangat bergantung pada bantuan China di tengah pandemi COVID-19.

"Kim tidak meminta bantuan dari dunia luar, termasuk Korea Selatan, karena ia bisa mengandalkan China," terang Shin Beom-chul, direktur Pusat Diplomasi dan Keamanan Institut Riset Korea untuk Strategi Nasional di Selatan, menurut koran lokal Munhwa Ilbo pada Kamis (29/10).

Shin juga mengatakan ada kemungkinan kerja sama ekonomi antara Beijing dan Pyongyang dapat dilanjutkan pada 2021, tergantung pada pandemi.

Surat Xi menjadi sorotan di hari yang sama saat seorang reporter KCNA, Ri Kyong-ju, mengutuk pertemuan baru-baru ini antara penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien dan mitra dari Korea Selatan Suh Hoon. KCNA mengklaim Suh merusak hubungan suci Utara-Selatan. Pasalnya, dalam jumpa pers baru-baru ini, Suh mengatakan hubungan antar-Korea harus ditangani dengan mitra seperti Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, para analis memperkirakan Korea Selatan menunggu dulu hasil pemilihan presiden AS sebelum melanjutkan perundingan dengan AS. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu