Olahraga

Xavi: Dibandingkan dengan Guardiola? Berarti Saya sudah Menang

“Dia (Xavi Hernandez) sudah ‘kebanyakan’ Guardiola,” tulis Sid Lowe.


Xavi: Dibandingkan dengan Guardiola? Berarti Saya sudah Menang
Xavi Hernandez ketika diperkenalkan sebagai pelatih anyar Barcelona di Stadion Camp Nou, Barcelona, Senin (8/11). (TWITTER/Barcelona)

AKURAT.CO, Satu hal yang pasti sudah dihadapi Xavi Hernandez ketika menerima tawaran untuk melatih Barcelona adalah bahwa ia akan dibandingkan dengan senior dan bekas pelatihnya semasa masih menjadi pemain, Pep Guardiola. Lalu apa kata Xavi?

“Jika mereka membandingkan saya dengan dia (Guardiola), saya (berarti) sudah menang,” kata Xavi sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Kolumnis The Guardian yang biasa menulis sepakbola Spanyol, Sid Lowe, menganggap pernyataan tersebut karena Xavi “terlalu” kenal dengan Guardiola. Ya, Xavi pernah bermain bersama Guardiola semasa menjadi pemain juga ketika sang senior menjadi pelatihnya pada periode kejayaan 2008-2012.

baca juga:

“Dia sudah ‘kebanyakan’ Guardiola,” tulis Lowe.

Situasi itu juga membuat gaya kepelatihan Xavi merupakan turunan langsung dari Guardiola. Sebagaimana juga dulu Guardiola merupakan turunan langsung dari pelopor DNA permainan Barcelona, Johan Cruyff.

Satu hal utama yang menginspirasi Xavi dari Guardiola adalah bahwa seniornya tersebut merupakan orang yang menuntut kepada dirinya sendiri. Oleh sebab itu, sikap tersebut menular terhadap orang lain di sekitarnya.

“Dia adalah seorang perfeksionis. Jika Pep memutuskan untuk menjadi musisi, dia akan menjadi seorang musisi yang baik. Jika dia ingin menjadi seorang psikolog, dia bakal menjadi seorang psikolog yang baik. Dia obsesif; dia akan mempertahankannya sampai dia mendapatkannya dengan benar,” ucap Xavi.

“Dia meminta banyak dari dirinya sendiri. Dan tekanan yang dia terapkan pada dirinya sendiri, tuntutan tersebut menular–menyebar ke semua orang. Dia ingin semuanya sempurna. Dia adalah seorang pesado (berat).”

Pun demikian, Xavi jelas paham bahwa pekerjaan tidak mudah baginya mengingat Barcelona peninggalan Ronald Koeman berada dalam kondisi buruk di mana klub saat ini berada di posisi kesembilan klasemen sementara La Liga Spanyol.

Juga karena beberapa orang di generasinya seperti Frank Lampard dan Andrea Pirlo yang kembali ke klub sebagai pelatih namun mengalami kegagalan. Tentang ini, Xavi lebih suka bercermin kepada mantan pemain yang kembali ke klub namun sukses.

“Saya memilih berada di grupnya Guardiola, (Zinedine) Zidane ketimbang yang (grup) lainnya (Pirlo dan Lampard),” kata Xavi.[]