Tech

Wujudkan Metaverse Basis Kearifan Lokal, Pemerintah Dorong Kolaborasi Multipihak

Ini peluang Indonesia dalam pengembangan metaverse dunia.


Wujudkan Metaverse Basis Kearifan Lokal, Pemerintah Dorong Kolaborasi Multipihak
Ilustrasi metaverse. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyebut, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan metaverse dunia.

Hal ini karena Indonesia memiliki keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal.

Salah satu peluang untuk menampilkan peran tersebut, yaitu dalam ajang Presidensi G20 Indonesia 2022.

baca juga:

Pemerintah melalui Kemkominfo mendorong kolaborasi multipihak dalam merintis dan mewujudkan metaverse versi Indonesia.

Agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate menjelaskan, metaverse Indonesia sudah mulai terbentuk dari sektor yang ekosistem user-nya paling adaptif untuk mengadopsi inovasi digital.

Hal ini pun akan terus berevolusi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. 

"Perkembangan ini menggunakan sumber daya, konektivitas, dan semua elemen informatika di Indonesia, serta melibatkan berbagai perusahaan yang telah berfokus untuk mengembangkannya," uja Johnny dalam keterangan persnya di laman Kemkominfo. 

Metaverse merupakan semesta kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar, serta berbagai produk dan layanan antara dunia nyata dengan dunia digital tanpa batas.

Dimana semua bisa berlangsung secara simultan dan paralel. 

Dunia metaverse juga memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk gaming atau pertukaran NFT (non-fungible tokens) semata, tetapi untuk berbagai bidang.

Sementara itu, NFT sendiri merupakan aset digital yang menggambarkan objek aslinya. Aset ini tidak bisa dijadikan sebagai alat tukar, tetapi bisa diperjualbelikan seperti halnya aset fisik.

Pembangunan metaverse di Indonesia, diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2024.

Salah satu perusahaan teknologi perangkat lunak metaverse asal Indonesia, WIR Group juga akan memperkenalkan prototipenya pada perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022 ini. 

Dalam kolaborasi tersebut WIR Group akan mengajak perusahaan global Meta (Facebook) dan Microsoft sebagai pengembang perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.

Rencana kolaborasi pemerintah-swasta dan antar perusahaan ini diharapkan dapat merintis metaverse versi Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

Chief Executive Officer (CEO) WIR Group Michael Budi optimis, sumber daya manusia dalam negeri mampu mengembangkan teknologi metaverse.

Adanya dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara masif akan sangat berpengaruh terhadap pengembang berbagai sektor kehidupan. 

"Dalam waktu yang relatif cepat, visi pengembangan sektor teknologi metaverse secara pesat di Indonesia dapat terwujud," kata Michael Budi. 

Sementara itu, pengamat teknologi dan inovasi Indrawan Nugroho menyatakan bahwa, metaverse Indonesia perlu didesain sejak awal berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai luhur bangsa. 

"Kita tidak ingin menduplikasi metaverse versi negara lain. Metaverse kita harus bisa jadi daya ungkit eksponensial untuk beragam potensi besar yang ada di negeri tercinta ini," kata Indrawan Nugroho.

Pembangunan metaverse juga dianggap oleh semua pihak yang terlibat sebagai suatu langkah solid dalam upaya kolaboratif untuk memajukan Indonesia di panggung dunia.

Hal tersebut juga selaras dengan tema Presidensi G20 Indonesia 2022, yaitu "Recover Together, Recover Stronger".  Di mana metaverse Indonesia menjadi salah satu wahana untuk mewujudkannya.[]