News

Wujudkan Komitmen, Pemkab Maros Genjot Regenerasi Petani

Kementerian Pertanian terus mendorong agar generasi muda yang menekuni sektor pertanian bisa bertambah


Wujudkan Komitmen, Pemkab Maros Genjot Regenerasi Petani
Ilustrasi petani (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Bicara mengenai regenerasi petani, tentunya tak akan ada habisnya. Tingginya potensi generasi muda dalam mendorong pembangunan pertanian Indonesia tak pelik menjadi fokus utama pemerintah baik  pusat maupun daerah.

Untuk itu, Kementerian Pertanian terus mendorong agar generasi muda yang menekuni sektor ini bisa bertambah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Ia bilang, sektor pertanian menjadi lapangan pekerjaan yang menjanjikan.

"Sektor pertanian itu adalah lapangan kerja yang menjanjikan, selama ada kemauan yang serius untuk menggarap sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

Syahrul menyatakan, kehadiran petani muda sangat diperlukan untuk pembangunan dan peningkatan produktivitas pertanian Indonesia. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan hal serupa.

"Sektor pertanian terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi. Bahkan kini sektor pertanian menjadi solusi dengan menghadirkan lapangan pekerjaan bagi siapa saja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pertanian adalah sektor seksi yang bisa bisa digarap siapa saja, termasuk anak-anak muda," katanya. 

Bupati Maros, Chaidir Syam, juga mendorong keterlibatan kaum milenial di sektor pertanian. Dari data Dinas Pertanian, Maros memiliki lebih dari seribu orang petani muda dan 60% diantaranya telah mengikuti  dalam regenerasi pertanian yakni program Youth Enterpreneurship And Employment Support Service (Yess).

Bahkan Chaidir pun memasukkan regenerasi petani dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), serta memerintahkan jajaran dibawahnya untuk terus mendata dan menggali potensi petani milenial di kabupaten Maros.

"Sebagai salah satu penyangga provinsi Sulsel, potensi komoditas pertanian di kabupaten Maros yang cukup besar. Saya mendukung penuh program ini dan akan mendorong lahirnya generasi milenial yang tangguh di bidang pertanian. Kita berharap, sektor pertanian kita akan terus maju di tangan para anak muda," kata Chaidir.

Ditemui disela-sela District Multi Stakeholders Forum (DMSF) kabupaten Maros, Chaidir sangat bangga atas lolosnya 36 wirausaha pertanian dalam seleksi penerima hibah kompetitif program YESS. 

"Terimakasih kepada program YESS yang telah memfasilitasi untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas petani serta wirausaha dari kabupaten Maros baik melalui pelatihan maupun hibah kompetitif. Kalian manfaatkan dengan baik hadirnya program ini. Bantuan pemerintah tidak hanya berupa materi, adanya pelatihan dan kesempatan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui magang pun menjadi rejeki tersendiri," tuturnya kepada 36 penerima hibah kompetitif.

Pada kesempatan yang sama, Country Director of IFAD, Ivan Cossio Cortez, sangat mengapresiasi pelaksanaan program YESS di provinsi Sulsel. 

"Saya senang bertemu dengan petani dan wirausaha pertanian milenial di sini. Saya harap program YESS yang merupakan project perdana IFAD dalam regenerasi petani ini dapat berjalan lancar dan sukses serta memberi manfaat bagi pemuda - pemudi di Indonesia," kata Ivan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti,   mengatakan Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian. 

“Melalui Program YESS ini regenerasi petani akan terbantu lebih cepat, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial,"  jelas Santi.[TIM]