Tech

Wujudkan Kemandirian Bangsa, Dosen ITB Buat Panel Anti Peluru dari Serat Rami

Sampel anti peluru ini lolos uji tembak dengan dengan munisi 7.62 mm pada jarak tembak 5 meter.


Wujudkan Kemandirian Bangsa, Dosen ITB Buat Panel Anti Peluru dari Serat Rami
Mardiyati dengan produk panel anti peluru yang terbuat dari serat rami. (itb.ac.id)

AKURAT.CO Dengan memanfaatkan bahan material dari alam, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan inovasi di bidang militer. Inovasi yang dikembangkan oleh Mardiyati bersama timnya, yaitu panel anti peluru dalam Modular Armor System Kapal Patroli.

Menurut Mardiyati, Indonesia yang merupakan negara maritim memerlukan kapal patroli untuk menjaga pertahanan dan keamanannya. Biasanya di ruang kemudi, lambung, dan mesin kapal, diberikan panel anti peluru untuk melindungi kapal patroli dari tembakan. Biasanya, modul anti peluru atau material untuk produk tersebut diimpor dari luar. Oleh karenanya, Mardiyati dan tim ingin ada kemandirian dalam hal pembuatan panel anti peluru.

"Motivasi ini yang membuat kami bergerak melakukan inovasi menggunakan material yang ada di Indonesia. Di mana, berdasarkan bahan alam yang sudah dipelajari dan telaah, serat rami dipilih untuk dijadikan material komposit panel anti peluru ini," ujarnya dalam keterangan resmi di laman ITB. 

baca juga:

Menurutnya, karena inovasi yang dikembangkan adalah produk militer, maka tentunya ada standar pengujian yang harus dilakukan. Tujuannya supaya produk tersebut layak dan dapat digunakan di bidang militer. 

Mardiyati yang merupakan dosen Ilmu dan Teknik Material, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB menjelaskan, produknya telah dilakukan pengujian tembak produk di PT Pindad (Persero).  Dengan mengacu pada Standar NIJ 0108.01 Level III dengan munisi 7.62 mm pada jarak tembak 5 meter. Sampel yang telah dibuat oleh tim lolos uji tembak dengan mengacu pada standar tersebut.

"Dalam proses pengujian tembak ini kami banyak dibantu oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT PINDAD. Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami ketika melihat produk yang kami kembangkan ini lolos pengujian tembak. Dengan demikian, artinya bahan alam yang ada di Indonesia bisa dimanfaatkan dan sangat berpotensi untuk terus dikembangkan demi kemandirian bangsa kita,” ujar Mardiyati.

Atas inovasi panel anti peluru tersebut,   membawa Mardiyati, sebagai Inovator terbaik dalam PRIMA Award ITB 2021. Acara PRIMA ITB sendiri merupakan penghargaan bidang penelitian, pengabdian masyarakat, inovasi dari LPPM ITB. Bekerjasama dengan kantor Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi ITB.

"Penghargaan ini semakin meningkatkan motivasi saya untuk melakukan yang lebih baik lagi di bidang inovasi, sehingga nantinya produk-produk inovasi tersebut dapat menjadi produk yang turut memberikan solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi bersama," pungkas Mardiyati.