Tech

Wow, Microsoft Teams Mulai Rajai Pasar Konferensi Video


Wow, Microsoft Teams Mulai Rajai Pasar Konferensi Video
Microsoft Teams (MICROSOFT)

AKURAT.CO Ide dari Microsoft Teams adalah menyaingi akselerasi Zoom yang pada masa pandemi COVID-19 mendapat lonjakan popularitas. Menurut GizChina, pengguna Zoom mencapai 300 juta user pada akhir April tahun ini. Alhasil, harga saham Zoom naik tiga kali lipat dan nilai pasarnya telah melampaui US $75 miliar.

CEO Microsoft, Nadella, mengumumkan pengguna aktif harian Microsoft Teams telah mencapai 200 juta user. Jumlah tersebuit baru sekitar dua pertiga jumlah pengguna Zoom. Nadella juga menyebut, di masa pandemi Microsoft Team tumbuh lebih cepat daripada Zoom. Jumlah pengguna harian Microsoft Teams mengalami meningkat 894%.

Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan dari produktivitas Microsoft Teams meningkat sebesar 15% menjadi US $11,7 miliar. Pertumbuhan yang cepat dari pasar konferensi video membuat Microsoft makin serius menggarap lini tersebut.

Selain Zoom, Microsoft Teams memiliki pesaing abadi. Siapa lagi kalau bukan Google. Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi keuntungan bagi Google atas rival-rivalnya. Bulan lalu, misalnya, Google menambahkan fungsi pengurangan noise (noise reduction) cerdas berdasarkan agar konferensi video dalam aplikasinya, Google Meet, berjalan lancar.

Langkah Google membuat Microsoft semakin terlecut. Microsoft pun lantas memperbaiki sejumlah fitur dan layanan dalam Microsoft Teams. Dengan sangat inovatif, Microsoft Teams kini mendukung hingga 1.000 pertemuan online secara bersamaan. Dengan demikian, Microsoft Teams bisa menjadi adalah alat pembunuh bagi apliksi serupa.

Sebagai perbandingan, versi gratis Zoom saat ini hanya dapat mendukung 100 orang online dan hanya dapat bertahan 40 menit. Sedangkan, untuk versi berbayar, Zoom terbatas untuk 1.000 orang karena lonjakan lalu lintas, kapasitas layanan cloud tidak memadai.

Untuk mendapatkan koneksi yang stabil dan kemampuan konferensi video yang lebih baik, Zoom harus memperluas layanan cloud-nya. Untuk informasi, saat ini Zoom menggunakan layanan cloud dari Amazon AWS, Microsoft Azure, dan Oracle.

Lagi-lagi, Microsoft mendapat keuntungan dari popularitas Zoom. Sebab, Microsoft memiliki basis penyimpanan data besar via cloud computting Microsoft Azure. Dan Microsoft Teams jauh lebih berpeluang merajai pasar konfernsi video bial pandemi usai.

 

Azhar Ilyas

https://akurat.co