Lifestyle

Wow, Laki-laki Ternyata Lebih Sering Belanja Online Daripada Perempuan

Sebuah riset menunjukkan proporsi jumlah transaksi yang dilakukan oleh laki-laki mencapai 62 persen, sementara perempuan hanya berada di angka 38 persen


Wow, Laki-laki Ternyata Lebih Sering Belanja Online Daripada Perempuan
Ilustrasi - Laki-laki lebih sering belanja online daripada perempuan (Unsplash/Christin Hume)

AKURAT.CO E-commerce telah semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Apalagi berbagai metode pembayaran digital seperti Paylater dihadirkan untuk mempermudah masyarakat melakukan transaksi saat berbelanja online.  

VP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari pun melihat hal ini sebagai sinyal positif terhadap inklusivitas akses layanan digital yang semakin accessible.

Adapun riset yang memanfaatkan data primer dengan 16 juta sampel transaksi pembayaran yang berasal dari 1,5 juta sampel pengguna Kredivo di 5 e-commerce terbesar di Indonesia selama 2021, menunjukkan bahwa proporsi jumlah transaksi yang dilakukan oleh laki-laki mencapai 62 persen, sementara perempuan hanya berada di angka 38 persen.

baca juga:

Selain itu, secara total nilai transaksi pun, konsumen laki-laki juga mendominasi di angka 64 persen, berbeda signifikan jika dibandingkan dengan nilai transaksi perempuan yang hanya mencapai 36 persen. 

"Berdasarkan hasil riset kami bersama Katadata Insight Center, konsumen laki-laki yang lebih mendominasi transaksi di e-commerce daripada perempuan menjadi tren yang terus berlanjut dari 2020 lalu, dengan angka persentase yang mengalami peningkatan. Sedangkan dari sisi kategori produk yang dibeli oleh konsumen laki-laki juga mengalami perubahan antara tahun ini dengan tahun sebelumnya," kata Indina Andamari dalam keterangan resminya kepada AKURAT.CO, Rabu (6/7/2022). 

Berikut hasil riset secara lebih detail. 

  • Perempuan membeli lebih banyak produk dalam sekali transaksi

Sepanjang 2021, konsumen perempuan membeli lebih banyak produk melalui e-commerce, dengan rata-rata pembelian 45 produk bila dibandingkan dengan konsumen laki-laki yang membeli rata-rata 42 produk per tahun

  • Laki-laki mengeluarkan uang lebih banyak dalam setiap transaksi 

Saat melakukan transaksi, konsumen laki-laki mengeluarkan uang dengan jumlah yang lebih besar daripada konsumen perempuan.

Rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan oleh konsumen laki-laki berada pada Rp 320.982 dan rata-rata konsumen perempuan di Rp 289.163

  • Perempuan lebih loyal terhadap satu platform e-commerce

Sebanyak 57 persen konsumen perempuan cenderung memilih untuk berbelanja melalui satu platform e-commerce.

Berbeda dengan konsumen laki-laki yang cenderung berimbang atau lebih dari satu dalam memilih platform e-commerce

  • Preferensi konsumen terhadap kategori produk yang dipengaruhi oleh gender

Konsumen laki-laki dan perempuan memiliki preferensi yang sangat berbeda. Konsumen perempuan cenderung melakukan transaksi untuk kebutuhan makanan, kesehatan dan kecantikan, serta fashion.

Sedangkan konsumen laki-laki melakukan transaksi hampir dua kali lebih banyak untuk kategori otomotif dan elektronik. 

  • Top 3 kategori produk favorit berdasarkan jumlah transaksi antara laki-laki vs perempuan

Konsumen laki-laki lebih banyak mencari kategori produk pulsa dan voucher, diikuti oleh fashion dan aksesoris, kemudian kesehatan dan kecantikan.

Sedangkan untuk konsumen perempuan, produk fashion dan aksesoris berada di posisi pertama, dilanjutkan produk pulsa dan voucher, serta produk kesehatan dan kecantikan

  • Perempuan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kategori produk komputer dan gadget

Tidak seperti anggapan banyak orang, konsumen perempuan ternyata menghabiskan lebih banyak uang untuk kategori produk komputer dan gadget.

Konsumen perempuan menghabiskan sekitar Rp 2.892.039 untuk kategori produk komputer, gadget dan aksesorisnya.

Sementara itu, konsumen laki-laki menghabiskan sekitar Rp 2.108.342 untuk kategori produk yang sama.

Seiring dengan kemudahan akses serta ekosistem digital yang semakin mendukung, tren belanja online melalui e-commerce kemungkinan besar akan menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia. 

Jumlah transaksi e-commerce Indonesia di 2025 diprediksi akan mencapai $137,5 miliar atau IDR 2,406 triliun rupiah.