News

WNI Parodi Lagu Indonesia Raya, Hendropriyono: Pengkhianat yang Jelekin Bangsanya Sendiri

Pelaku parodi lagu Indonesia Raya diketahui merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Sabah, Malaysia


WNI Parodi Lagu Indonesia Raya, Hendropriyono: Pengkhianat yang Jelekin Bangsanya Sendiri
Ilustrasi Bendera Merah Putih (Instagram/hhn0126_)

AKURAT.CO, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono komentari penghina lagu Indonesia Raya yang akhirnya ditangkap. Terlebih pelaku diketahui merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Sabah, Malaysia.

Ia menyebut bahwa memang kerap kali yang membuat nama negara Indonesia jelek adalah seorang pengkhianat di negeri sendiri. 

"Parodi terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya ternyata seorang WNI yang ada di Sabah. Memang yang kerap bikin kita jelek di mata dunia adalah pengkhianat, yang menjelek-jelekkan bangsanya sendiri," kata dia di akun Twitter @edo751945 yang dikutip AKURAT.CO pada Jumat (1/1/2021).

Menurutnya, orang yang berkhianat itu moral yang dijunjung bukan lagi Pancasila dan hanya terpena oleh mimpi saja.

"Mereka adalah orang yang mabuk oleh mimpinya, sehingga tidak tahu malu. Moral yang dijunjung bukan lagi moral Pancasila dan agama yang dijunjung bukan lagi agama Allah," kata dia.

Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih dan yqkin akan menyeret orang tersebut kw pengadilan.

"Terimakasih kepada IGP Malaysia Tan Sri Abd Hamid Bador yang yakin, bahwa Bareskrim Polri telah mngmbil tindakan drastis. Alat-alat negara Indonesia akan menegakkan hukum, dengan menyeret pngkhianat tersebut sekaligus para penebar kebencian yang melahirkan orang seperti ini ke pengadilan," ujarnya.

Sebagaimana diberitkan, Kepala Kepolisian Kerajaan Malaysia Irjen Tan Sri Abdul Hamid Bador mengungkapkan pelaku penghina lagu Indonesia Raya adalah warga negara Indonesia (WNI) di Sabah, Malaysia.

Video yang bertujuan menghina RI tersebut bukan dibuat di Malaysia. Penghina itu menyunting lirik lagu kebangsaan Indonesia, seperti yang viral di media sosial diyakini dilakukan warga RI.