Lifestyle

WNI dan WNA dengan Tujuan Wisata Dilarang Lewat Soetta, Catat Syarat Perjalanan Udara

WNI dan WNA dengan tujuan wisata dilarang untuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.


WNI dan WNA dengan Tujuan Wisata Dilarang Lewat Soetta, Catat Syarat Perjalanan Udara
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (7/12/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Kasus Covid-19 di Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sejumallah peraturan pun kembali dimodifikasi untuk menekan penyebaran virus corona di ibu kota.

Terbaru, Kementerian Perhubungan merilis aturan dan syarat perjalanan luar negeri dengan transportasi udara.

Dalam dalam Surat Edaran bernomor 11 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19, warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) dengan tujuan wisata dilarang untuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peraturan ini berlaku sejak 3 Februari 2022 lalu.  

baca juga:

Ada pun pintu masuk untuk tujuan wisata hanya boleh melalui Bali, Batam, dan Tanjung Pinang. 

"Selama pemberlakuan SE Nomor 11 Tahun 2022 ini, diberlakukan pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata, hanya dapat melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandar Udara Hang Nadim, Batam, dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, dalam keterang resminya, dikutip AKURAT.CO pada Senin (7/2/2022). 

Selain itu, ada beberapa peraturan lainnya yang wajib diperhatikan oleh WNA  dengan tujuan wisata di Indonesia : 

  • Melampirkan visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya sesuai aturan yang berlaku.
  • Menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal sekitar Rp360 juta yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19.
  • Bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.

Sedangkan WNI dan WNA dengan tujuan selain wisata, dapat melalui bandara yang ditetapkan sebagai pintu masuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang Pintu Masuk, Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Selain itu, WNA juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan internasional masuk ke wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, baik WNI dan WNA wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi Covid-19 (fisik maupun digital) dosis lengkap minimal 14 hari sebelum keberangkatan, serta memiliki hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Hasil tes RT-PCR ini juga harus dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah sudah memutuskan melakukan pembatasan sementara memasuki wilayah Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing.

Ini diberlakukan bagi pelaku perjalanan luar negeri yang berstatus WNA, kecuali yang memenuhi kriteria.

Adapun menurut SE tersebut, ada tiga kriteria WNA  yang bisa melakukan perjalanan dengan transportasi udara di Indonesia, yaitu : 

  • Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
  • Sesuai skema perjanjian (bilateral), seperti Travel Corridor Arrangement (TCA).
  • Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.