Ekonomi

WK Rokan Riau Diramal Butuh Investasi Rp42 T untuk 5 Tahun Kedepan

WK Rokan di Riau  diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$3 miliar atau sekitar Rp42 triliun


WK Rokan Riau Diramal Butuh Investasi Rp42 T untuk 5 Tahun Kedepan
Blok Rokan (Dokumentasi: Twitter @jokowi)

AKURAT.CO Wilayah Kerja (WK) Rokan di Riau diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$3 miliar (sekitar Rp42 triliun) dalam lima tahun pertama pasca alih kelola.

Rencana program yang dijalankan meliputi, antara lain, pengeboran sumur baru, kerja ulang (workover), optimasi injeksi air (waterflood) dan injeksi uap (steamflood), serta chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Dirut PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee A. Suardin memaparkan tentang pencapaian WK Rokan pasca alih kelola, perkembangan program pengeboran, rencana jangka panjang menuju produksi 300 ribu BOPD (barel per hari), dan berbagai metode pengembangan sumur untuk peningkatan produksi. 

Selain itu, ia mengatakan penerapan digitalisasi di WK Rokan melalui keberadaan fasilitas IODSC. Termasuk perluasan penerapan digitalisasi WK Rokan ke wilayah kerja hulu migas Pertamina lainnya, yakni di Jambi Merang dan Prabumulih, sebagai tahap awal. 

"IODSC merupakan pusat kegiatan digitalisasi WK Rokan. Fasilitas ini merupakan sumber informasi atau 'big data' berkaitan dengan aktivitas sumur dan peralatan di lapangan. Setiap hari ada sekitar 4.000 hingga 5.000 data sumur yang masuk," tutur Dirut PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee A. Suardin lewat keterangannya, Selasa (30/11/2021).

Data tersebut diolah agar menjadi informasi berharga yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Penerapan digitalisasi di WK Rokan setidaknya memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan; penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi / LPO hingga sekitar 40 persen; optimalisasi kemampuan fasilitas produksi; dan peningkatan efisiensi.

WK Rokan menyumbangkan hampir 25 persen produksi minyak nasional. Produksi WK Rokan sekitar 162 ribu BOPD (barel minyak per hari), atau naik 4 ribu BOPD dibandingkan sebelum alih kelola yang berada di kisaran 158 ribu BOPD. 

"Operasi WK Rokan saat ini didukung oleh sekitar 2.700 pegawai tetap dan lebih dari 22 ribu pegawai mitra kerja. Masing-masing sekitar 65 persen dan 85 persen di antaranya merupakan warga lokal Riau," katanya.

Untuk program pengeboran, PHR WK Rokan telah berhasil mengebor lebih dari 100 sumur dengan nihil kecelakaan fatal dan hanya dalam kurun sekitar tiga setengah bulan setelah alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu. Saat ini PHR WK Rokan mengoperasikan 17 rig pengeboran.[]