Lifestyle

Wisman Belum Divaksin Covid-19, Dispar Yogyakarta Tegaskan Harus Dikarantina

Wisatawan asing (wisman) yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 bakal dikarantina di Hotel Mutiara 2, di kawasan Malioboro, Yogyakarta


Wisman Belum Divaksin Covid-19, Dispar Yogyakarta Tegaskan Harus Dikarantina
Wisatawan berada di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (10/2/2022). || Wisatwan yang belum divaksin Covid-19 masuk Yogayakarta wajib untuk dikarantina (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

AKURAT.CO  Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta akan memastikan setiap wisatawan yang datang ke Kota Budaya tersebut.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo menegaskan bahwa wisatawan asing (wisman) yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 bakal dikarantina di Hotel Mutiara 2, di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Wisman yang belum divaksin tersebut akan dipantau selama satu malam. 

baca juga:

Hal ini sangat penting demi mencegah munculnya suspek Covid-19 di DIY seiring pelonggaran aturan wisata di provinsi setempat.

"Bagi yang belum vaksin untuk wisatawan mancanegara maka dilakukan istirahat terlebih dahulu di tempat yang sudah disiapkan yaitu di Hotel Mutiara 2 untuk diobservasi selama satu malam," kata Singgih Raharjo, dikutip AKURAT.CO, Rabu (22/6/2022). 

Singgih menjelaskan bahwa ada sejumlah wisman asal Belanda datang ke DIY seiring dilonggarkannya aturan perjalanan ke Indonesia. 

"Dari KKP mensyaratkan untuk wisatawan asing yang belum vaksin dikarantina terlebih dahulu. Itu pun jumlahnya tidak banyak sehingga tetap dipastikan bahwa mereka sehat," jelasnya. 

Sementara itu, wisatawan domestik hanya perlu menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk ke tempat-tempat wisata di DIY. 

"Sesuai dengan aturan PPKM mengharuskan PeduliLindungi tetap dijalankan. Yang boleh masuk kan yang hijau. Ini jadi konsentrasi kami untuk terus mengingatkan ke industri maupun destinasi, dan desa wisata," tutur Singgih.

Selain itu, semua wisatawan, baik domestik atau mancanegara, wajib menerapkan protokol kesehatan selama berada di lokasi wisata. 

Lebih lanjut, Singgih menjelaskan bahwa seiring penurunan status PPKM ke level 1, pemerintah telah melonggarkan aturan perjalanan termasuk mengizinkan  tempat wisata atau area publik di DIY untuk beroperasi dengan kapasitas 100 persen. 

Hal ini pun telah memberi dampak positif bagi industri pariwisata DYI. Terbukti, kunjungan wisatawan DIY saat ini telah mendekati kondisi sebelum pandemi Covid-19. 

"Kalau kita bandingkan sebelum pandemi memang belum setara atau belum sama. Kalau mendekati sudah, khususnya untuk wisatawan domestik," ujar dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono. Sejak penurunan level PPKM di DIY,  okupansi atau tingkat hunian kamar hotel sudah mulai naik

"Untuk hotel berbintang, kata dia, rata-rata okupansi pada Juni 2022 mencapai 60 sampai 70 persen, sedangkan non bintang mencapai 20 hingga 40 persen. "Sekarang okupansi sudah mulai stabil dimulai Mei kemarin," tegas Deddy.[]