News

Wisata DIY Dibuka Saat Nataru, Sultan Bakal Tutup Jika Muncul Kasus Covid-19

Wisata DIY Dibuka Saat Nataru, Sultan Bakal Tutup Jika Muncul Kasus Covid-19


Wisata DIY Dibuka Saat Nataru, Sultan Bakal Tutup Jika Muncul Kasus Covid-19
Gubernur DIY Sri Sultan HB X usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama bupati/wali kota se-DIY di Gedhong Pracimasono, Kota Yogyakarta, Senin (21/6/2021) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tetap akan membuka destinasi wisata di wilayahnya sesuai level PPKM yang ditentukan Pemerintah Pusat pada saat periode Natal dan Tahun Baru 2022 nanti.

"Kita kan tahu semua kebijakan Pemerintah Pusat untuk level 3 dibatalin. Ya kan berarti warga masyarakat dimungkinkan untuk melakukan mobillitas," kata Sultan di Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (9/12/2021).

"(Wisata) tetap buka, tidak ada alasan ditutup. Kalau ditutup kita kembali ke level 3 sendiri," lanjutnya.

Kendati, Sultan tetap mengimbau kepada seluruh pelaku industri pariwisata agar selalu memperketat penerapan protokol kesehatan jelang libur akhir tahun tanpa kebijakan PPKM Level 3 sekalipun.

Asosiasi, diharapkan Sultan memonitor implementasi protokol kesehatan dari masing-masing anggotanya.

"Itu harus dilakukan, saya hanya mengatakan begitu OTG (muncul kasus penularan Covid-19), tak tutup gitu aja. Mereka (asosiasi) sendiri yang harus mengontrol dan menindak anggotanya," tegas Sultan.

Sultan turut meminta kesadaran serta kepedulian masyarakat sehingga bukan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah daerah semata dalam upaya pengendalian situasi selama masa pandemi Covid-19.

"Kalau mau berkunjung ke tempat wisata, mal, restoran yang kemungkinan di situ juga banyak orang lain yang berada di dalam. Jadi bagaimana bisa menempatkan diri untuk punya jarak dan sebagainya. Sehingga mengurangi kemungkinan penularan dan sebagainya," pungkasnya.

DIY, berdasarkan asesmen situasi pandemi terakhir, berada dalam status PPKM level 2. Sesuai regulasi berlaku, semua destinasi wisata yang memiliki sertifikat CHSE dan kode QR PeduliLindungi diperkenankan beroperasi dengan ketentuan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari total kapasitas.[]