Lifestyle

Pulau Sebatik Simpan Kekayaan Mangrove dan Uniknya Rumah di 2 Negara

Pulau Sebatik salah satu pulau terluar di Indonesia. Di sini terdapat hutan mangrove dan rumah dua negara


Pulau Sebatik Simpan Kekayaan Mangrove dan Uniknya Rumah di 2 Negara
Rumah dua negara di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara (Google/kilam persada)

AKURAT.CO, Pulau Sebatik termasuk dalam wilayah Kecamatan Sebatik. Kecamatan Sebatik adalah kecamatan paling timur di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Kecamatan Sebatik terdiri dari empat desa, yaitu Tanjung Karang, Pancang, Sungai Nyamuk Tanjung Aru, dan Setabu. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi prioritas utama pembangunan di Indonesia, karena berbatasan langsung dengan Malaysia.

Selain pariwisata, program utama pembangunan yang dilakukan di Pulau Sebatik adalah pembangunan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Sebenarnya Pulau Sebatik terbagi menjadi dua. Belahan utara seluas 187,23 km² merupakan wilayah Negara Bagian Sabah, Malaysia. Sedangkan belahan selatan dengan luas 246,61 km² masuk ke wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Dari luas ini, sekitar 375, 52 hektare adalah kawasan konservasi. Salah satunya kawasan mangrove di desa Sei Pancang. Kawasan mangrove di Desa Sei Pancang ini dijadikan salah satu potensi objek wisata desa bernama Jembatan Cinta, yang terletak di RT 05 Dusun HB. 04. 

Wisata Di Perbatasan, Ada Tracking Mangrove Dan Rumah Dua Negara - Foto 1
Sebatik Pintu gerbang hutan mangrove 'Jembatan Conta' di Desa Sei Pancang, Sebatik Instagram/richie0709

Destinasi wisata mangrove ini dikembangkan warga bersama aparat desa setempat. Destinasi ini menyedialan tracking mangrove dengan pemandangan berbagai jenis mangrove.

Di Jembatan Cinta ini, sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Sebatik biasa melakukan praktik lapangan dan penanaman mangrove.

Wisata Di Perbatasan, Ada Tracking Mangrove Dan Rumah Dua Negara - Foto 2
Sebatik Hutan mangrove Jembatam Cinta di Sebatik Instagram/richie0709

Tak hanya menyajikan wisata mangrove, Pulau Sebatik juga mempunyai destinasi wisata bernama rumah dua negara. Rumah dua negara adalah rumah warga yang dibangun tepat di perbatasan. Bagian ruang tamu berada di Indonesia sementara bagian dapurnya berada di Malaysia.

Konon, rumah yang ada sejak tahun 1977 itu adalah milik WNI bernama Mangapara. Dia tercatat sebagai penduduk Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Agar tidak merusak rumah tersebut, perbatasan di sini hanya ditandai dengan Tiang Bendera Merah Putih. Jumlahnya ada dua, Salah satunya bertuliskan ‘Kokohkan Merah Putih di Tapal Batas.

Wisata Di Perbatasan, Ada Tracking Mangrove Dan Rumah Dua Negara - Foto 3
Sebatik Rumah Dua Negara di Sebatik, Kalimantan Utara Google/kilam persada

Tak jauh dari rumah dua negara ini dibangun pula pos TNI sebagai penjaga perbatasan. Awalnya, Mangapara hanya mendiami wilayah Indonesia. Warga Malaysia yang menjadi tetangganya kemudian berbaik hati memperbolehkan Mangapara membangun dapur di tanahnya. Maka, jadilah rumah keluarga ini ada di dua negara.

Meski hanya rumah biasa, keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Pulau Sebatik. Khususnya para pelancong dari luar daerah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di wilayah perbatasan.

Kamu tertarik berkunjung ke Sebatik untuk melihat Jembatan Cinta dan rumah dua negara? Kalian bisa datang berlibur ke sini sesudah masa PPKM Level 4, jadi bersabar ya.[]