Olahraga

Win Htet Oo, Perenang Myanmar yang "Melepas" Olimpiade karena Melawan Junta

Win Htet Oo menulis petisi kepada IOC untuk menolak pengakuan MOC dan membolehkan atlet Myanmar bertanding dengan bendera netral di Olimpiade Tokyo 2020.


Win Htet Oo, Perenang Myanmar yang

AKURAT.CO, Win Htet Oo sedianya saat ini berada di Tokyo, Jepang, untuk bertanding sebagai perwakilan Myanmar. Namun, sang atlet merelakan impiannya untuk menjadi olimpian karena menolak turun ke pesta olahraga terbesar di dunia mewakili Myanmar yang dikuasai oleh junta militer.

Htet Oo saat ini hidup sebagai eksil di Melbourne, Australia, untuk mendapatkan latihan yang lebih baik sebagai persiapan turun di Olimpiade Tokyo. Namun, sejak junta militer melakukan kudeta pada Februari lalu, Htet Oo melepas peluang tersebut karena menolak mewakili Komite Olahraga Myanmar (MOC) yang dikontrol junta.

“Setelah kudeta pada Februari saya tahu saya tidak bisa ke olimpiade,” kata Htet Oo sebagaimana dipetik dari The Guardian. “Itu adalah keputusan yang sangat mudah untuk dilakukan, bahkan setelah berlatih selama dua dekade untuk peluang pergi ke olimpiade.”

Perenang berusia 27 tahun tersebut mendapatkan tiket olimpiade untuk nomor 50 meter gaya bebas putra setelah melewati kualifikasi di SEA Games Filipina 2019. Namun, setelah kudeta Htet Oo mengirimkan petisi kepada Komite Olimpiade Internasional untuk membolehkan atlet Myanmar berangkat dengan bendera netral.

Tuntutan lain adalah IOC membatalkan keanggotaan MOC yang berada di bawah kendali junta militer. Namun, IOC menolak dua usulan tersebut dan menyatakan mereka sangat sadar bahwa Htet Oo tidak termasuk dalam delegasi Myanmar di Tokyo 2020.

“Ini adalah pemerintahan militer dengan tuduhan melakukan pembunuhan massal dan kejahatan melawan kemanusiaan. Mereka kini yang menguasai MOC. Itu harus menjadi dasar untuk mengusir mereka dari gerakan olimpiade,” ucap Htet Oo.

“Pada saat itu, saya tahu bicara dengan IOC tidak akan membawa saya ke manapun, maka saya muncul ke publik.”

Sang perenang juga mengecam tiga atlet Myanmar yang lolos kualifikasi di Olimpiade Tokyo dengan menulis surat terbuka. Ketiga atlet tersebut bertanding di cabang bulutangkis, judo, serta menembak.

“Sejarah akan menghakimi Anda karena aksi Anda,” kata Htet Oo.

Pun demikian, Htet Oo tak kehilangan solidaritasnya untuk koleganya yang bertanding di Tokyo. Ia tetap bersemangat menyaksikan perlombaan spesialisasinya di nomor renang gaya bebas 50 meter putra.

“Saya ingin melihat mereka melakukan parade di seremoni dan bertanding di level tertinggi. Saya sangat bangga terhadap seluruh atlet itu–saya bakal nonton,” katanya.[]