Ekonomi

William Tanuwijaya Dinobatkan sebagai ‘Businessperson of the Year 2021’

Berhasil mencatatkan sejumlah indikator keuangan positif, kepemimpinan transformatif, good corporate governance efektif, dan aksi korporasi adaptif.


William Tanuwijaya Dinobatkan sebagai ‘Businessperson of the Year 2021’
Co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya. (DOK/Tokopedia)

AKURAT.CO, Kabar baik berhembus dari Co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya. Fortune Indonesia menobatkan bos perusahaan teknologi terbesar di Tanah Air itu sebagai ‘Businessperson of the Year 2021’. Ia merupakan salah satu dari 20 pebisnis terbaik Indonesia tahun ini.

William terpilih karena dinilai berhasil mencatatkan sejumlah indikator keuangan yang positif, kepemimpinan yang transformatif, good corporate governance (GCG) yang efektif, dan aksi korporasi yang adaptif.

Pencapaian cermerlang itu tentu tidak diraih dengan mudah. Ini adalah hasil dari jerih payah alias kerja keras yang panjang. Lihat saja, latar belakang William. Jika banyak pendiri startup lain berasal dari keluarga berada atau jebolan universitas kelas dunia, William Tanuwijaya punya latar belakang lebih sederhana.

Lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, William yang kala itu baru lulus SMA merantau ke Jakarta untuk mengenyam Pendidikan lebih baik. Sayangnya, pada tahun kedua belajar di program studi Teknik Informasi Universitas Bina Nusantara, ayah William jatuh sakit. William pun harus bekerja sampingan sebagai penjaga warung internet (warnet) agar tetap dapat berkuliah di Jakarta.

Namun, keadaan yang mendesak ini justru menjadi berkah karena membuat kecintaannya pada dunia internet semakin berkembang hingga mencetuskan ide untuk membangun Tokopedia pada 2009 bersama kawannya Leontinus Alpha Edison.

Usahanya tak mudah hingga baru mendapat investor pada 2010. East Ventures menjadi pemodal pertama Tokopedia. Begitu pula, Tokopedia menjadi entitas pertama dalam portofolio East Ventures. Investor lain kemudian berdatangan, seiring pertumbuhan usaha Tokopedia seperti tertariknya semut kepada gula.

Pada Mei 2021, Tokopedia resmi melebur bersama Gojek dengan membentuk entitas baru bernama GoTo. Bersama, keduanya otomatis menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia. “If you want to go fast, you go alone. If you want to go far, you go together,” kata William dalam wawancara dengan Fortune Indonesia, beberapa waktu lalu.

Grup GoTo memiliki Gross Transaction Value (GTV) sebesar US$22 miliar pada 2020. Grup ini juga telah memproses lebih dari 1,8 miliar transaksi pada periode tersebut. Per Desember 2020, ada lebih dari dua juta mitra driver dan 11 juta merchant terdaftar dalam ekosistem GoTo.

GoTo pun berencana menggelar IPO alias initial public offering dalam waktu dekat. Walhasil, jika itu terjadi bisa dipastikan ini akan menjadi hajatan penwaran umum saham perdana terbesar di Indonesia. []