Olahraga

Wilder Urung Pensiun setelah Patungnya Didirikan di Kota Kelahirannya

Wilder Urung Pensiun setelah Patungnya Didirikan di Kota Kelahirannya
Petinju kelas berat berkebangsaan AS, Deontay Wilder, bersiap naik ring pada 15 Oktober 2022. (BOXING SCENE)

AKURAT.CO, Mantan juara dunia tinju kelas berat WBC, Deontay Wilder, mengakui bahwa ia sudah berniat pensiun selepas dikalahkan Tyson Fury pada pertarungan terakhirnya, Oktober tahun lalu. Namun, Wilder termotivasi kembali setelah peresmian patung dirinya di kota kelahirannya, Tuscaloosa, Alabama, Amerika Serikat, Mei silam.

Pengakuan ini disampaikan oleh Wilder menjelang pertarungannya menghadapi lawan asal Finlandia, Robert Helenius, di New York, AS, 15 Oktober mendatang. Pertarungan melawan Helenius adalah laga pertama Wilder sejak laga terakhir melawan Fury di Las Vegas.

“Ketika saya melihat patung saya, dengan seluruh pencapaian saya di atas batu prasastinya, saya sedang melihat ke seorang legenda hidup, yang masih berjalan. Apapun ceritanya, pendukung atau pembenci saya, ketika semua pembicaraan berhenti, patung itu tetap berdiri,” kata Wilder sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

baca juga:

“Apa yang membuat saya kembali ke titik ini (untuk kembali bertarung) adalah (suasana yang) seperti, damn, dunia membutuhkan saya.”

Lebih dari itu, petarung berkebangsaan AS berusia 36 tahun berhasrat untuk menghadapi semua petinju kelas berat papan atas yang ada saat ini. Wilder menyebut nama-nama seperti Andy Ruiz Jr, Anthony Joshua, bahkan petinju asal Ukraina yang saat ini memegang empat sabuk juara dunia sekaligus, Oleksandr Usyk.

Salah satu hal terpenting, kata Wilder, yang membuatnya bersemangat kembali naik ring adalah bahwa dia melakukannya tanpa desakan apapun. Sebelumnya, sebagaimana juga banyak petarung lainnya, bertinju tak lain adalah cara untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan membantu ekonomi keluarga.

“Kali ini berbeda. Saya tidak merasa terdesak. Saya tidak merasakan sensasi ingin memukul, pergi ke gym dan membaui atmosfer dan peluh dan percakapan soal tinju, semua hal berbeda itu saya tidak merasakannya (dulu),” kata Wilder.

“Apakah Anda ingin kembali (bertarung)? Karena kebanyakan petarung di bisnis ini hanya datang untuk keluar dari kemiskinan. Kami ingin mengeluarkan diri kami dari situasi buruk dan pertama serta utama membantu keluarga..

“Itu sebabnya (tinju) berisi orang-orang yang pernah dipenjara, (atau datang dari) pedesaan, pengedar narkoba, pembunuh, apapun yang Anda dapatkan di penjara Anda mencari penyelesaiannya di bisnis (tinju).”[]