Lifestyle

WHO Ungkap Dunia Tengah Menghadapi Masalah Besar, Mulai Covid-19 Hingga Cacar Monyet

WHO menyatakan bahwa 92 kasus yang dikonfirmasi dan 28 kasus dugaan cacar monyet sedang diselidiki di 12 negara yang tidak endemik virus.


WHO Ungkap Dunia Tengah Menghadapi Masalah Besar, Mulai Covid-19 Hingga Cacar Monyet
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Dok. WHO)

AKURAT.CO Dunia tengah menghadapi tantang berat, termasuk Covid-19 yang masih belum sepenuhnya usai dan, kini cacar monyet. Pada hari Minggu (22/5/2022), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa saat ini pandemi Covid-19  bukan satu-satunya krisis di dunia.

"Saat kami berbicara, rekan-rekan kami di seluruh dunia menanggapi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, cacar monyet dan hepatitis yang penyebabnya tidak diketahui dan krisis kemanusiaan yang kompleks di Afghanistan, Ethiopia, Somalia, Sudan Selatan, Republik Arab Suriah, Ukraina, dan Yaman," kata Dr Tedros, dikutip AKURAT.CO, Senin (23/5/2022). 

"Kita menghadapi konvergensi penyakit, kekeringan, kelaparan, dan perang yang hebat, yang dipicu oleh perubahan iklim, ketidakadilan, dan persaingan geopolitik," tambah kepala WHO itu.

baca juga:

Terkait cacar monyet yang sedang mewabah, WHO memperkirakan lebih banyak kasus di hari-hari mendatang. Oleh sebab itu, pengawasan harus semakin ditingkatkan di negara-negara di mana penyakit itu biasanya tidak ditemukan. WHO pun akan memberikan panduan dan rekomendasi lebih lanjut tentang cara mengurangi penyebaran cacar monyet.

"Hingga Sabtu (21/5/2022), 92 kasus yang dikonfirmasi dan 28 kasus dugaan cacar monyet sedang diselidiki di 12 negara yang tidak endemik virus," kata WHO dalam rilis berita beberapa waktu lalu. 

Adapun kasus cacar monyet yang mewabah saat ini terkonfirmasi pada seseorang melakukan perjalanan dari Inggris ke Nigeria, sejak akhir April hingga awal Mei 2022. Virus ini kemudian ditemukan di berbagai negara. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kasus-kasus yang terdeteksi muncul dari klaster Afrika Barat.

"Sampai saat ini, semua kasus yang sampelnya dikonfirmasi oleh tes PCR telah teridentifikasi dari clade Afrika Barat. Pengurutan genom dari sampel swab di Portugal menunjukkan kecocokan antara virus cacar monyet yang sekarang menyebabkan wabah dengan virus dari Nigeria yang kasusnya diekspor ke Inggris, Israel, dan Singapura pada tahun 2018 serta 2019" tulis WHO.

Diketahui ada dua jenis virus cacar monyet, yaitu berasal dari Afrika Barat dan Congo Basin (Afrika Tengah). Perbedaan di antara keduanya adalah virus dari Afrika Barat cenderung menyebabkan gejala lebih ringan dengan tingkat kematiannya sekitar 3,6 persen. Sementara tingkat kematian clade Congo Basin bisa mencapai 10,6 persen.