News

WHO Perbaharui Panduan Penggunaan Masker Selama Pandemi


WHO Perbaharui Panduan Penggunaan Masker Selama Pandemi
Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta ((DIY), Gamping, Sleman, DIY, Kamis (28/5/20). Sejak beroperasinya bandara dan kereta api penumpang jarak jauh di Yogyakarta, jumlah warga yang melakukan rapid test secara mandiri di PMI DIY meningkat dari nol menjadi sekitar 10 warga per hari (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

AKURAT.CO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperbaharui panduan dan menyarankan pada pemerintah masing-masing negara untuk menginstruksikan kepada masyarakat tentang penggunaan masker di tempat umum dan tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi penularan virus corona (COVID-19).

"Berkaitan dengan bukti-bukti terbaru, WHO menyarankan agar pemerintah harus mendorong masyarakat untuk memakai masker di tempat-tempat yang mencatatkan penyebaran meluas, serta di tempat di mana social distancing sulit dilakukan seperti di kendaraan umum, toko, atau tempat ramai lainnya," kata pemimpin WHO, Dr.Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari laman Independent, Sabtu (6/6).

Panduan terbaru ini dirilis menyusul studi yang dilakukan selama beberapa minggu terakhir. WHO menekankan bahwa masker hanyalah salah satu cara untuk melindungi diri dari penyakit, dan menyarankan agar masyarakat tidak langsung merasa benar-benar aman hanya karena memakai masker.

"Panduan kami juga termasuk mengenai bagaimana cara menggunakan masker dengan baik. Orang-orang berpotensi tertular bila tangan mereka kotor saat memakai masker, atau berulang kali melepas dan memakai kembali masker tanpa membersihkan tangan,"

"Masker juga dapat mendorong orang merasa sudah aman, membuat orang-orang mengabaikan cara pencegahan lain seperti menjaga kebersihan dan menjaga jarak. Saya tegaskan sekali lagi: masker saja tidak cukup untuk melindungi Anda dari COVID-19," tambah Tedros.

Sebelumnya, terdapat klaim yang berbeda-beda mengenai efektivitas penggunaan masker.

“Kami menyarankan pemerintah untuk mendorong agar masyarakat umum memakai masker. Dan kami menyarankan masker kain - yaitu, masker non-medis. Kami memiliki bukti sekarang bahwa jika ini dilakukan dengan benar, pemakaian masker dapat memberikan penghalang pada tetesan yang berpotensi menularkan virus," kata Marie van Kerkhove selaku pakar memimpin teknis WHO untuk COVID-19.

Sementara terkait penggunaan masker bagi tenaga kesehatan, panduan WHO tidak berubah. Namun, sekarang panduan itu telah diperluas dan menyarankan agar staf melakukan kontak dengan pasien atau penghuni di klinik, rumah sakit, rumah perawatan, dan fasilitas perumahan jangka panjang juga harus mengenakan masker setiap saat. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co