News

WHO Beri Peringatan! Kasus Cacar Monyet Mulai Jangkiti Anjing

WHO Beri Peringatan! Kasus Cacar Monyet Mulai Jangkiti Anjing
Seorang dokter memeriksa pasien dengan luka akibat infeksi cacar monyet di ruang isolasi pasien cacar monyet di RS Arzobispo Loayza, Lima, Selasa (16/8) (AFP)

AKURAT.CO  Peringatan telah disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait dengan wabah monkeypox atau cacar monyet. Badan PBB itu pada Rabu (17/8) telah mengonfirmasi laporan kasus pertama penularan virus dari manusia ke anjing. Terkait ini, WHO pun mendesak warga yang terinfeksi cacar monyet untuk menghindari paparan virus pada hewan.

Dilansir dari Arab News, bahwa pada minggu lalu, di jurnal medis The Lancet, kasus pertama penularan cacar monkeypox dari manusia ke anjing telah dilaporkan. Kasus itu terjadi antara dua pria dan seekor anjing jenis Greyhound Italia. Dikatakan bahwa anjing itu, yang tertular cacar monyet, tinggal bersama dua pria tersebut di Paris. 

"Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan dari penularan dari manusia ke hewan... dan kami percaya ini adalah kasus pertama dari anjing yang terinfeksi," kata Rosamund Lewis, pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet, mengatakan kepada wartawan.

baca juga:

Menurut Lewis, para ahli sebelumnya telah menyadari risiko teoretis bahwa lompatan virus seperti itu bisa terjadi. Dikatakan pula bahwa lembaga kesehatan masyarakat juga telah menasihati mereka yang terinfeksi cacar monyet untuk 'mengisolasi diri dari hewan peliharaan mereka'.

Lewis lalu menyinggung krusialnya 'pengelolaan limbah dengan benar' lantaran ini bisa menurunkan risiko kontaminasi hewan pengerat dan hewan lain di luar rumah.

"Sangat penting bagi orang-orang untuk memiliki informasi tentang cara melindungi hewan peliharaan, serta cara mengelola limbah mereka sehingga hewan pada umumnya tidak terkena virus cacar monyet," katanya.

Kejadian di mana virus melompati penghalang spesies sering kali memicu kekhawatiran bahwa mereka dapat bermutasi ke arah yang lebih berbahaya.

Menurut Lewis, sejauh ini belum ada laporan kasus seperti itu dengan cacar monyet. Namun, dia mengakui adanya kemungkinan bahwa virus itu akan berkembang dan bermutasi.

"Tentu saja begitu virus berpindah ke pengaturan yang berbeda di populasi yang berbeda, jelas ada kemungkinan bahwa virus itu akan berkembang secara berbeda dan bermutasi secara berbeda," terangnya.