Tech

WhatsApp Tuding Spyware NSO Digunakan untuk Serang Pejabat Sekutu AS

WhatsApp menuduh perangkat lunak Pegasus NSO menyerang pejabat senior pemerintah di seluruh dunia pada 2019


WhatsApp Tuding Spyware NSO Digunakan untuk Serang Pejabat Sekutu AS
Ilustrasi meretas komputer (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, NSO Group telah membantah bahwa spyware-nya digunakan untuk mengompromikan perangkat banyak politisi. Namun, bertolak belakang dengan WhatsApp menceritakan kisah yang berbeda.

CEO platform WhatsApp, Will Cathcart, mengatakan kepada The Guardian dalam sebuah wawancara bahwa pemerintah diduga menggunakan perangkat lunak Pegasus NSO untuk menyerang pejabat senior pemerintah di seluruh dunia pada 2019, termasuk pejabat keamanan nasional berpangkat tinggi yang merupakan sekutu Amerika Serikat.

Dilansir dari Engadget, Minggu (25/7), pelanggaran itu dilaporkan merupakan bagian dari kampanye lebih besar yang membahayakan 1.400 pengguna WhatsApp dalam dua minggu, yang memicu gugatan. Cathcart mengatakan bahwa pelaporan NSO sendiri cocok dengan temuan dari serangan 2019 di WhatsApp. Aktivis hak asasi manusia dan jurnalis juga diyakini menjadi korban.

Eksekutif itu menanggapi tuduhan bahwa pemerintah menggunakan Pegasus untuk meretas telepon untuk 37 orang, termasuk wanita yang dekat dengan jurnalis Saudi yang terbunuh Jamal Khashoggi. Target-target itu juga ada dalam daftar 2016 lebih dari 50.000 nomor telepon yang mencakup aktivis, jurnalis, dan politisi, meskipun tidak jelas siapa pun di luar 37 yang menjadi korban serangan.

NSO dengan keras menolak klaim tentang peretasan dan daftar tersebut. Mereka bersikeras bahwa tidak ada dasar faktual dan bahwa daftar itu terlalu besar untuk difokuskan hanya pada target potensial Pegasus. Perusahaan juga secara langsung menantang Cathcart, menanyakan apakah eksekutif WhatsApp memiliki alternatif lain untuk alatnya yang akan membantu menggagalkan "pedofilia, teroris, dan penjahat" menggunakan perangkat lunak terenkripsi.

Sementara itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macron dikabarkan menjadi salah satu target dari spyware Pegasus. Menurut sumber surat kabar harian Prancis, Le Monde, salah satu nomor telepon Macron, yang telah ia gunakan sehari-hari sejak 2017, ada dalam daftar nomor yang dipilih oleh dinas intelijen Maroko untuk potensi mata-mata siber.