Ekonomi

What? Rp12,5 Triliun Modal Asing Kabur dari Pasar Keuangan

BI: aliran dana asing itu keluar melalui pasar saham sebesar Rp 2,68 triliun dan melalui aksi jual SBN sebesar Rp9,82 triliun. 


What? Rp12,5 Triliun Modal Asing Kabur dari Pasar Keuangan
Grafik saham pada pembukan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10,4 poin atau 0,16 persen ke 6.204 pada pembukaan perdagangan saham 2019. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp12,50 triliun sepanjang 29 November-2 Desember 2021. 

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatajan, aliran dana asing itu keluar melalui pasar saham sebesar Rp2,68 triliun dan melalui aksi jual Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp9,82 triliun. 

"Berdasarkan data transaksi 29 November-2 Desember 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 12,50 triliun," jelas Erwin dalam keterangan resminya, Sabtu (4/12/2021). 

Maka berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), aliran modal asing yang keluar dari Indonesia total mencapai Rp31,76 triliun.

Adapun seiring dengan keluarnya dana asing di pekan ini, maka premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun relatif stabul ke level 87,03 bps per 2 Desember 2021 dari sebelumnya di level 87,26 bps per 26 November 2021.

Sementara itu, tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun menjadi naik ke level 6,37 persen, sebaliknya yield surat utang AS atau US Treasury 10 tahun turun ke level 1,444 persen.

Di sisi lain, pada Kamis (2/12/2021) nilai tukar rupiah di tutup di level Rp14.375 per dollar AS, kemudian ketika dibuka pada perdagangan Jumat (3/12/2021), nilai tukar rupiah naik menjadi berada di level Rp 14.390 per dollar AS. 

Sedangkan terkait inflasi, Erwin mengatakan, perkembangan harga pada Desember 2021 tetap terkendali. Hal itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI pada minggu pertama Desmeber 2021, yang memperkirakan inflasi sebesar 0,25 persen secara bulanan (month to month/mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2021 secara sebesar 1,55 persen," ungkapnya.