Ekonomi

Wejangan Dirut BEI untuk Pengusaha Muda Keponakan Jusuf Kalla


 Wejangan Dirut BEI untuk Pengusaha Muda Keponakan Jusuf Kalla
Tampak Direktur Utama Tito Sulistio memberikan wejangannya kepada para pengusaha muda salah satunya Afifuddin Suhaeli Kalla yang merupakan Ketua Umum BPD Hipmi Jaya. Para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya bersama PT Valbury Sekuritas Indonesia melakukan pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/2). (AKURAT.CO/Prabawati Sriningrum)

AKURAT.CO, Kumpulan para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya bersama PT Valbury Sekuritas Indonesia melakukan pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui pembukaan perdagangan itu, Direktur Utama Tito Sulistio memberikan wejangannya kepada para pengusaha muda salah satunya Afifuddin Suhaeli Kalla yang merupakan Ketua Umum BPD Hipmi Jaya.

Mengingat sejumlah pengusaha muda yang sudah memiliki bisnis dengan prospek yang bagus namun belum banyak yang berani melangkahkan perusahaan di pasar modal.

"Satu hal paling dasar jangan menunggu besar untuk go public tapi jadilah besar karena go public," seru Tito dalam pembukaan perdagangan di Gedung BEI Jakarta, Kamis (1/2).

baca juga:

Lebih lanjut Tito bercerita, perusahaan sekelas Apple, Google ketika baru pertama kali go public memang baru mengantongi sedikit market capital. Tetapi saat ini perusahaan-perusahaan asing tersebut telah memiliki market capital yang besar.

"Apalagi sekarang kebanyakan investor baru dari investor dari jaman now yang udah berani jadi investor, Tapi kok gak berani go public. Itu namanya malu sama tetangga," tegas Tito.

Bahkan Tito sempat menyinggung Afifuddin Suhaeli Kalla yang notabenenya masih kerabat dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga menjadi pejabat Hipmi, agar mampu membawa perusahaan milik para pengusaha jaman now agar segera go public. Pihaknya pun menyarankan agar setidaknya ada 5-10 perusahaan dari Hipmi yang dapat mencatatkan sahamnya di bursa.

"Jadi saya usulkan mari kita bikin 5-10 perusahaan langsung ketemu dengan underwriter, lembaga penunjang, langsung disiapkan.
Jadi bursa sambut baik dan selalu support kegiatan temen-temen ini, kalau mereka semua bisa go public," pungkasnya. []