image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Siswanto

Image

Mantan menteri dan pakar ekonomi Indonesia Rizal Ramli | Dokumentasi Pribadi

AKURAT.CO, Sebenarnya tanpa kedatangan virus Covid-19, perekonomian bangsa ini tetap menurun. Tanda-tandanya sudah muncul sebelum pemerintah mengumumkan adanya Covid-19 pada awal Maret 2020.

Seandainya pemerintah sejak awal merespon virus corona – yang sudah terdeteksi sejak Desember 2019 -- menurut ekonom Rizal Ramli, Indonesia pasti bisa lebih cepat keluar dari krisis.

Sayangnya, sikap pemerintah dinilai tidak tanggap dengan tanda-tanda itu.

baca juga:

Bahkan, dia menyebut pemerintah Indonesia justru menolak terus dan mengatakan bahwa tidak ada Covid-19, serta Indonesia kebal dan sebagainya. “Mengakibatkan kita kehilangan waktu yang sangat berharga ketika 2,5 bulan pertama tidak melakukan respons yang signifikan,” kata Rizal Ramli melalui korespondensi dengan AKURAT.CO.

Dalam wawancara melalui surat elektronik, Rizal Ramli panjang lebar mengutarakan pandangan-pandangan kritis terhadap penanganan dan dampak pandemi Covid-19, khususnya di negeri ini.

Dia juga menyampaikan saran kepada pemerintah untuk memulihkan ekonomi. Rizal Ramli menekankan pentingnya Indonesia menggeser kiblat politik luar negeri dan investasi.  "Indonesia harus mulai menggeser kiblat politik luar negeri yang terlalu condong ke Cina RRT. Ini waktunya menggeser politik luar negeri dan investasi kita, dari sangat pro Cina, antek Beijing jadi pro terhadap konstitusi yang bebas aktif. Ini kesempatan Indonesia jadi negeri super power," kata dia.

Simak petikan wawancara dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Menteri Koordinator Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia.

Rizal Ramli. AKURAT.CO/Adi Suprayitno

Apakah benar masalah ekonomi di Indonesia sekarang ini semua terjadi gara-gara ada pandemi Covid-19? Permasalahan ekonomi di Indonesia, sebelum dan sesudah ada Covid-19, menurut kajian Bang Rizal bagaimana. Dan sebenarnya tanpa muncul pandemi corona pun, apakah perekonomian  Indonesia merosot?

Ini  semua bukan hanya karena kasus corona, karena sebelum terjadi corona, berbagai indikator makroekonomi Indonesia sudah merosot, baik dari neraca perdagangan, current account deficit, primary balance budget, dan sebagainya.

Mumpung karena ada corona, maka yang disalahkan semuanya corona, padahal tanpa corona, ekonomi Indonesia sudah terus merosot.

Menurut Anda, dampak corona terhadap ekonomi Indonesia seperti apa?

Tentu corona ada dampaknya, kalau kita merespons dengan cepat dan mengambil langkah-langkah lebih awal dan tidak pura-pura mengatakan bahwa Indonesia tidak akan terkena, Indonesia akan keluar dari krisis lebih cepat.

Apakah dampak ekonomi yang terjadi sekarang ini bisa diminimalisir seandainya pemerintah sejak awal responsif terhadap virus corona?

Coronavirus terjadi pertengahan Desember dan kasus pertama di Indonesia sudah ada di bulan Januari berdasarkan Fakultas Kedokteran UI.

Namun, pemerintah Indonesia menolak terus dan mengatakan bahwa tidak ada, dan Indonesia kebal dan sebagainya, mengakibatkan kita kehilangan waktu yang sangat berharga ketika 2,5 bulan pertama tidak melakukan respons yang signifikan.

Begitu diakui tengah Maret, barulah kita sadari, namun kita belum pada puncaknya pandemic berdasarkan para analis yang mengerti tentang ini. 

Seandainya kita cepat bertindak dan memberikan respons yang benar maka dampaknya di dalam bidang ekonomi akan hanya seperti huruf “V” yaitu anjlok ke bawah dan akan naik lagi dengan cepat. Yang paling penting adalah fokus untuk menangani corona, yang lain2 akan membaik dengan cepat seandainya corona terselesaikan.

Apakah sekarang ini sudah sampai pada puncak dari dampak pandemi Covid terhadap ekonomi? Menurut Anda puncaknya kapan?

Kalau kita gegabah maka kurvanya tidak akan seperti “V” yang anjlok kemudian naik. Namun akan cembung ke bawah recovery-nya. Selama ini kita selalu terlambat, self-denial dan responnya sering gegabah sehingga kemungkinan yang terjadi kurva merah (cembung ke bawah secara dalam).

Kalau ini terjadi, perbaikan ekonomi akan butuh waktu 1 - 1,5 tahun. Kalau kita cepat responnya dan tindakannya pas, maka dampaknya hanya 3 - 6 bulan saja. Kami khawatir, kecerobohan ini akan mengakibatkan recovery kita akan lebih lambat.

Belum lama ini Anda mengkritik  langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memperlebar defisit anggaran jadi 5,07 persen. Anda menyebutnya tindakan gegabah. Seharusnya bagaimana langkah yang diambil pemerintah? Cara mengatasi defisit anggaran negara dalam APBN 2020 akibat pandemi Covid-19  tanpa harus berutang, bagaimana?

Awal-awalnya hanya mengandalkan stimulus yang lebih besar dengan cara meminjam lebih banyak dengan bunga lebih tinggi untuk menutup dan memompa ekonomi. Maka, defisit dilonggarkan dari maksimum 3 persen GDP menjadi 5 persen GDP. Langkah itu sebetulnya tidak tepat, karena seharusnya tidak perlu menambah hutang. Saya jelaskan, darimana uangnya?

Pertama, sisa-sisa anggaran lalu SAL (Saldo Anggaran Lebih) SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang ada di Bank Indonesia jumlahnya Rp290 triliun.

Kedua, penghematan Pak Prabowo dalam pembelian alutsista karena yang mark up tinggi tidak ditandatangani. Penghematan itu Rp50 triliun.

Ketiga, kita harus hentikan proyek-proyek infrastruktur besar, yang tidak penting termasuk proyek ibukota baru. Dulu waktu krisis 1998, kita juga melakukan itu, semua proyek infrastruktur dihentikan dalam 1 - 2 dua tahun. Nanti kalau ada uang, baru kita mulai lagi. Dari penghematan penghentian dan re-alokasi proyek infrastruktur ini akan ada sekitar Rp300 triliun.

Keempat, cicilan utang pokok dan bunga hampir Rp 850 triliun per tahun, dengan bunganya saja sekitar Rp650 triliun. Inilah kesempatan untuk renegosiasi dengan kreditor-kreditor kita. Sekitar seperempat adalah pinjaman  bilateral dan multilateral.

Katanya pemerintah punya hubungan internasional hebat dan banyak dikenal, coba manfaatkan dan buktikan bahwa itu ada hasilnya. Minta kepada negara-negara lain dan lembaga keuangan internasional  untuk menunda dulu pembayaran dan menghentikan pembayaran sampai Desember 2020.

Kemudian nanti Januari 2021 kembali kita bayar. Kita tidak ngemplang. Harusnya bisa dilakukan karena untuk negara-negara besar, itu adalah jumlah yang kecil.

Kelima, bond yang tiga perempatnya swasta, ini waktunya untuk menukar bond bunga mahal ke bunga murah dengan tempo atau tenor yang lebih panjang. Pemerintah Indonesia memberikan yield paling tinggi di Asia Tenggara yaitu 7,3 persen. Memang sebulan lalu RI menerbitkan bond dengan yield lebih murah yaitu 4,5 persen.

Namun dimana-mana saat ini bond yield negatif baik di Amerika, Jepang atau Eropa. Tetapi jangan keburu bangga dulu, Filipina menerbitkan bond pada saat yang bersamaan dengan RI, ekonominya yang lebih jelek yield-nya hanya 2 persen. Kalau kita tukar bond kita dengan jangka panjang dan bunga lebih murah kita dapat hemat cicilan utang nyaris Rp400 triliun.

Total penghematan  dengan cara-cara di atas hampir 1.000 triliun lebih, dan ini cukup untuk menyelesaikan masalah ekonomi akibat corona tanpa berutang lagi.

Bagaimana cara mengantisipasi dampak berkepanjangan akibat pandemi Covid-19 terhadap perekonomian?  Apa saran Anda kepada pemerintah untuk memulihkan ekonomi kita?

Program hanya boleh fokus tiga hal yaitu: Rp200 triliun untuk menyelesaikan masalah corona, sekitar Rp300 triliun untuk memberi maka dan memberikan ATM setiap bulan sekitar Rp600.000 - Rp800.000 langsung dari BRI dan BNI. Saya tidak mau menggunakan istilah BLT (Bantuan Langsung Tunai) namun Bantuan ATM Tunai (BAT) atau Bantuan ATM Sosial (BAS),  tidak berikan tunai namun disalurkan ke ATM setiap orang secara tunai. Semua rakyat kita umur 17 tahun keatas, kita wajibkan punya ATM.

BRI dan BNI memiliki cabang dimana-mana, memiliki satelit dan memiliki kapasitas komputer lima kali dari BCA. Setiap rakyat Indonesia, diatas 17 tahun punya ATM, setiap bulan diberikan uang via ATM Rp600.000 - Rp800.000 untuk jangka waktu 6-8 bulan. Total dana Rp300 triliun. Namun harus dilihat balance-ATMnya, apabila kecil kurang dari Rp500.000, maka diberikan, namun mereka yang memiliki balance tinggi misalnya yang diatas Rp1.000.000 maka tidak usah sehingga memang betul-betul untuk rakyat kecil dan pekerja harian.

Mereka akan lebih hemat. Kalau sekarang mereka diberikan paket 10 jenis, mungkin yang mereka perlukan  hanya 3 jenis. Mereka akan lebih hemat dan mereka tidak keberatan untuk lock-out, tinggal di rumah, karena ada uang untuk makan. Kalau ini dilakukan, Bank BRI akan bisa menjadi bank paling besar di Asia Tenggara walaupun transaksinya di bawah satu juta.

Dan itu modal yang besar untuk BRI dan BNI nanti menguasai pasar ASEAN. Kesulitan harus kita jadikan kesempatan.

Benar sekali. Dari dulu kita kampanye bahwa pemerintah mau meningkatkan penetrasi bank, tetapi tidak jalan. Justru pada waktu krisis ini kesempatan !Kesulitan ini kita pakai buat memaksa setiap orang punya ATM sehingga bank-bank kita bisa menjadi lebih besar. Nanti datanya semua terkompilasi dan kita bisa gunakan big data analysis.

Untuk segmentasi nasabah-nasabah, sehingga di masa datang jika ada masalah, kita bisa targetkan bantuan sosial ke segmen yang betul-betul tepat. Ini adalah BAT istilah saya yaitu Bantuan ATM Tunai (BAT) atau Bantuan ATM Sosial (BAS).

Prioritas ketiga adalah soal makanan. Akhir-akhir ini terjadi kesulitan pangan di dunia bukan hanya di Indonesia. Kenapa? Golongan menengah yang banyak di rumah, lebih banyak makannya. Banyak teman-teman saya yang kancingnya melebar, ada button social distance. Artinya, permintaannya naik 10 persen  diluar panic buying, sementara suplai berkurang 25 persen. Sebagai contoh, Vietnam dan Thailand, eksportir makanan sudah memutuskan mengurangi ekspornya karena mereka ingin ngasih makan rakyatnya yang menganggur.

Rusia biasanya ekspor lebih dari 20 juta ton gandum, kemarin dibatasi maksimal 7 juta ton. Ini berbahaya kalau ada krisis pangan. Oleh karena itu, saya minta Pak Jokowi untuk segera melakukan peningkatkan produksi pangan.

Sayur-sayuran hanya 2 bulan, jagung 3 bulan, bawang 3 bulan dan beras 4 bulan. Jadi, justru krisis ini kita manfaatkan untuk betul-betul all out meningkatkan produksi pangan. Sehingga nanti setahun lagi bawang putih kita sudah 4 kali panen cukup, kita bahkan bisa ekspor. Saya dengar Pak Jokowi senang dengan ide ini. Dia mau agar kita fokus pada pangan.

Jadi, fokusnya hanya tiga prioritas setahun ke depan. Satu fokus penyelesaian Corona, kedua kasih makan pegawai harian dan rakyat kita yang benar-benar miskin, dan ketiga fokus peningkatan pangan. Lupakan yang lain-lain!

Indonesia tidak perlu pusing-pusing mendatangkan investor dari luar negeri hanya demi menggenjot ekonomi. Sebab investor akan dengan sendirinya berbondong-bondong datang asal Indonesia menaikkan laju perekonomian hingga 7 persen.

Anda sering menekankan bahwa Indonesia mesti mulai menggeser kiblat politik luar negeri dan investasi.  Menurut Anda kapan waktunya untuk menggeser kiblat politik luar negeri?

Kita jangan lagi jadi antek Cina. Ini maksudnya Cina Republik Rakyat Tiongkok ya, bukan etnis Tionghoa. Jangan sampai saya dibilang rasis, almarhum istri kedua saya itu etnis Tionghoa.

Konstitusi kita jelas bebas aktif. Nggak ikut blok barat, atau ikut blok timur. Kita harus bebas aktif. Selama ini Indonesia terkesan lemah di hadapan China. Mulai dari lemah menyikapi para pekerja Cina yang terlihat bebas hilir mudik di saat wabah melanda, hingga impor yang terlalu bergantung kepada Cina.

Indonesia harus mulai menggeser kiblat politik luar negeri yang terlalu condong ke Cina RRT. Ini waktunya menggeser politik luar negeri dan investasi kita, dari sangat pro Cina, antek Beijing jadi pro terhadap konstitusi yang bebas aktif. Ini kesempatan Indonesia jadi negeri super power.

Sekarang ini hangat memperbincangkan keadaan new normal. Ekonomi Indonesia sebelum dan sesudah pandemi diyakini akan berbeda, new normal, seperti apa gambarannya menurut Bang Rizal?

Saya kepingin setelah wabah corona ini selesai, Indonesia dapat jadi mangkok pangan di Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Kenapa? Sebetulnya Indonesia ini diberikan berkah luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Cuman kita harus punya visi. Harus punya visi mau ngapain ke depan.

Ya… tidak ada negara di dunia yang diberkati seperti Indonesia. Air ada, matahari ada. Serba ada. Musimnya bagus… Bandingkan dengan di Skandinavia, yang matahari cuma ada tiga bulan dalam setahun. Mesti nanam, simpan, buat makan satu tahun.

Kita ini Indonesia diberkahi Tuhan luar biasa; matahari, hujan. Kita bisa panen, kalau ini irigasinya dibenerin bisa tiga kali setahun.

Nah, saya pengin, minta menteri pertanian, minta pemerintah, bangun sawah baru 2 juta hektar. Kalau di Jawa gak mungkin… di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, sebagian Sumatera, sama di Membramo (Papua) yang sangat subur banget. Nah kalau 2 juta hektar kita bisa bangun sekitar 3 tahun, total.

Yang kedua tentu harus dengan mekanisasi, karena di sana nanti akan lebih luas. Kalau ada petani yang mau transmigrasi, dapet tanah yang lebih luas. Kalau itu kita lakukan, kalau misalnya produksinya 4 juta tonlah per hektar, itu 8 juta ton kita punya surplus.

Jadi kalau ada El Nino pun, El Nino kan kurangnya cuma 3 juta ton, gak ada masalah. Apalagi musim hujan, kan gampang. Kita masih punya surplus 5 juta ton lagi. 5 juta ton kita bantu negara-negara tetangga kita yang lagi butuh. Itu kekuatan buat Indonesia. Jadi gunakan food diplomacy, istilah kerennya diplomasi pangan. Sehingga Indonesia akan menjadi negara super power dalam hal pangan. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Idulfitri 2020

Rizal Ramli Doakan Indonesia Keluar dari Krisis hingga Said Didu Rayakan Lebaran Bersama Tukang Sayur Langganan

Image

News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Dipandang Gagal Prediksi Ekonomi, Rizal Ramli: Benar-benar Menkeu Amatiran, Jokowi dan DPR 'Dikibulin Abis'

Image

News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Image

News

Wabah Corona

Indonesia Dalam Ancaman Krisis Pangan

Image

News

Wabah Corona

Pelonggaran Transportasi Umum Bisa Perlambat Recovery Ekonomi, Rizal Ramli: Saya Tidak Ngerti Kenapa Dilonggarkan Secepat Ini

Image

News

Wabah Corona

Pemulihan Ekonomi Akibat Covid-19 Bakal Lama, Rizal Ramli Beberkan Solusi Recovery Tanpa Nambah Utang

Image

News

Golkar Dituduh 'Begal Digital', Pengurus ke Rizal Ramli: Mungkin Dia Sedang Kesepian di Rumah

Image

News

Interview Ananda Sukarlan: Mengenang Maestro Amir Pasaribu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Timsus Maleo Polda Sulut Ungkap Kasus Peredaran Ilegal Merkuri

Dua Pelaku ditangkap.

Image
News
Kolom

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image
News
Idulfitri 2020

Petugas Medis yang Tak Bisa Lebaran Bersama Keluarga

"Memang tahun ini agak sedih biasanya kumpul sama keluarga lalu berkunjung ke rumah saudara," katanya.

Image
News
Wabah Corona

Pemerintah akan Terapkan Herd Immunity Setelah PSBB Gagal, Hoaks!

Yurianto menyatakan pemerintah tidak pernah merencanakan penerapan konsep herd immunity untuk mengatasi COVID-19.

Image
News

Jangan Percaya Info yang Sebut PDIP Usul ke Pemerintah Agar Pesantren Ditutup Semua, Hoaks!

Dalam artikel dengan judul yang memuat klaim itu, sama sekali tidak ditemukan pernyataan dari politikus PDIP.

Image
News
Wabah Corona

Info COVID-19 di Indonesia Berakhir 6 Juni, Hoaks!

Epidemiolog juga meragukan perkiraan itu, sebab jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 masih bertambah hingga sekarang.

Image
News
Wabah Corona

Ajakan Jokowi Berdamai dengan Covid-19 Bukan Berarti Negara Gagal dan Menyerah Kalah

Menurut dia WHO menyebutkan COVID-19 tidak akan cepat hilang, bahkan mungkin tetap ada dalam kehidupan manusia.

Image
News
Idulfitri 2020

Khatib: Rasullah SAW Pernah Terapkan Physical Distancing di Gua Hira

Ada empat sikap keteladanan yang dilakukan para Nabi terdahulu seperti dalam surat An-Nisa.

Image
News
Wabah Corona

Kapolres Lubuklinggau Makamkan Anggotanya yang Meninggal Berstatus PDP: Kewajiban Seorang Pemimpin

Ia menerima kabar bahwa Bripka Manik meninggal pada pukul 13.00 WIB setelah beberapa pekan menjalani perawatan.

Image
News

Ungkap Narkoba Sebanyak 821 kg, Komisi III Apresiasi Kinerja Polri

Kita mengapresiasi ya, temuan segitu sangat besar yang disampaikan dalam rilis Kabareskrim.

terpopuler

  1. Tengku Zul: Orang Kaya Arab Borong Saham Facebook, Semoga Tulisan Sinis 'Jangan Pakai Produk Kafir' Bisa Lenyap

  2. 5 Ucapan Idulfitri dari Klub Eropa Ini Bikin Fans Tersentuh

  3. Sebelum Kembali ke Jakarta, Perhatikan Dulu Titik-titik Penyekatan Jalur Balik, Argo: Jangan Sampai Kita Jadi Korban Ya

  4. KKB Tembak Dua Petugas Medis Covid-19, Salah Satunya Tewas di Tempat

  5. Meski Pandemi, 7 Keluarga Artis Ini Rayakan Lebaran di Rumah Saja dengan Sukacita

  6. Ustaz Abdul Rahman: Obat Paling Ampuh Penangkal Virus Corona, Kesabaran dan Iman

  7. Puji Siti Fadilah, Mbah Mijan: Terblow Up-nya Beliau Ancaman Sekaligus PR Berat Mereka Dimasa Mendatang, Selangkah Lagi, Jualan Virus Udah Nggak Pakai Sense

  8. Beli Rumah di Usia 21 Tahun, Irsyad Raharjo Ungkap Rahasia Miliki Properti Sejak Dini

  9. Nicholas Saputra Beberkan Rencana Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi Covid-19

  10. Lebaran di Rumah, Raffi Ahmad Gelar Salat Id Dipimpin Syekh Ali Jaber

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image
Achmad Fachrudin

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image
Achsanul Qosasi

Berlebaran Secara New Normal

Image
Ujang Komarudin

Matinya Reformasi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Intip Gaya 6 Istri Kepala Daerah yang Hits Abis!

Image
News

Wabah Corona

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, 7 Potret Prabowo Subianto Bertugas di Tengah Pandemi COVID-19

Image
News

Dari Komandan KRI hingga Jadi KSAL, 5 Fakta Penting Laksdya TNI Yudo Margono