News

Waspadalah! Ini Dia Kelompok Sasaran Empuk Pinjaman Online Ilegal

Indef menilai ada kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman pinjol ilegal ini.


Waspadalah! Ini Dia Kelompok Sasaran Empuk Pinjaman Online Ilegal
Diskusi Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK?” yang digelar di media centre DPR RI(19/10) (AKURAT.CO/Zahra)

AKURAT.CO Aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal kian marak dan meresahkan masyarakat. Sasaran empuk mereka adalah masyarakat yang kesulitan keuangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Peneliti Institute For Development Society and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, ada kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman pinjol ilegal ini. Salah satunya adalah kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Menurut Nailul, hal ini menunjukkan literasi finansial masih terhalang gap gender. Sehingga mengakibatkan perempuan, khususnya ibu-ibu lebih rentan terhadap ancaman pinjol ilegal.

“Perempuan itu lebih banyak nunggaknya (dalam hal pembayaran utang pinjol) dibanding laki-laki. Ini juga yang harus diperhatikan bahwa memang finansial literasi, dan sebagainya itu di perempuan relatif masih rendah dan ini menjadi sasaran empuk bagi fintech pinjol ilegal untuk bisa menarget keuntungan dari sana," ujarnya dalam forum diskusi yang bertajuk “Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK?” yang digelar di media centre DPR RI, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

"Ketika kita lihat pasar fintech manrget ibu-ibu dan GIG ekonomi dengan finansial literasi yang seadanya, ya mereka akan kesulitan untuk membayar, dan sebagainya,” sambungnya.

Nailul juga menambahkan, kecenderungan penggunaan dana dari pinjaman kepada pinjol ilegal tersebut lebih banyak digunakan untuk keperluan konsumtif dibandingkan kegunaan produktif.

“Berarti kan kalau kita lihat incaran dari pinjol ilegal ini itu adalah kaum ibu-ibu kemudian dia relatif tinggal di kabupaten. Kemudian dengan proporsi yang digunakan bukan untuk sektor produktif namun sekadar konsumtif,” ujar Nailul.

Ia juga memberikan catatan terkait maraknya pengguna pinjol yang menunjukkan minat terhadp sektor ini meningkat. Artinya, hal ini harus ditunjang dengan regulasi yang dapat menjamin keamanan masyarakat. 

“Ini menandakan bahwa sebenarnya permintaan masyarakat terhadap pinjaman online itu semakin meningkat. Ini harus dibarengi juga dengan penguatan regulasi,” pungkas Nailul.