News

Waspada Virus Corona dari China, Warga Australia Diperiksa Intensif karena Sakit Pernapasan


Waspada Virus Corona dari China, Warga Australia Diperiksa Intensif karena Sakit Pernapasan
Sejumlah orang menggunakan masker saat beraktivitas di Beijing, Cina, Selasa (21/1/2020). Pihak berwenang Cina telah melaporkan terdapat virus baru bernama Pneumonia. Hingga saat ini, virus yang mulanya menyebar di Wuhan tersebut sudah menewaskan empat orang dan menjangkit lebih dari 200 lainnya. (REUTERS/Jason Lee)

AKURAT.CO, Seorang pria Australia dirawat dan kini tengah dalam pengawasan setelah terjangkit penyakit pernapasan pasca kembali dari Wuhan. Otoritas kesehatan mengatakan, kemungkinan pria itu terkena virus Corona yang tengah mewabah di China.

Pria tersebut ditempatkan di lokasi karantina di Brisbane.

"Ia akan tetap berada dalam isolasi sampai gejalanya telah sembuh. Kami sedang memantau wabah corona virus di China."

baca juga:

"Kami mengimbau siapa pun yang telah mengalami gejala penyakit pernapasan dalam 14 hari perjalanan ke Wuhan untuk memeriksakan diri ke dokter mereka segera," kata Queensland Health dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman The Guardian.

Pada hari Selasa (21/1), pemerintah Australia memperketat pengawasan terhadap mereka yang datang dari China, khususnya Wuhan.

Saat ini di China sendiri terdapat 218 orang yang terjangkit di mana sudah ada 4 orang yang meninggal akibat virus misterius ini. Virus pertama kali diidentifikasi di Wuhan, namun kemudian menyebar ke Shanghai dan Beijing.

Selain itu, virus juga menyebar ke luar negeri di mana ada 2 kasus di Thailand, 1 di Jepang, dan 1 di Korea Selatan.

Virus ini pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia pada 31 Desember 2019, dan diidentifikasi sebagai jenis virus baru pada 7 Januari.

Gejala yang paling umum adalah demam tinggi, tetapi pasien juga dapat menunjukkan gejala pernapasan lainnya seperti batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dengan coronavirus dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut yang parah, gagal ginjal dan bahkan kematian.

Strain virus corona juga bertanggung jawab atas sindrom pernapasan akut (Sars) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (Mers). Sars menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hong Kong pada 2002-03.

Sementara Mers, per November tahun lalu, telah menjangkiti setidaknya 2.500 orang dan menewaskan 858 orang. []