News

Waspada! Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia

Diketahui berdasarkan hasil penelitian spesimen di 24 provinsi


Waspada! Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia
Aktivitas petugas saat berada di pabrik obat Kimia Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Varian Covid-19 Delta menyebar hampir merata di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini diketahui berdasarkan hasil penelitian spesimen.

"Varian Delta mendominasi 86 persen spesimen yang dilakukan sequencing dalam 60 hari terakhir, berasal dari 24 provinsi, sehingga dapat dikatakan persebarannya hampir merata di seluruh Indonesia," kata dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid melalui pernyataan tertulis, Minggu (1/7/2021).

Dia mengatakan, jejaring laboratorium genomic sequencing atau metode pengurutan genom untuk memetakan mutasi virus di bawah komando Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) terus berupaya menelusuri pola persebaran varian virus Corona di Indonesia. 

Sejak awal tahun hingga 28 Juli 2021, Indonesia telah melaporkan 3,651 hasil sequencing ke dalam database global. Varian Alfa, Beta dan Delta, merujuk pada laporan, harus menjadi perhatian bersama mengingat potensi penularannya di Indonesia masih sangat tinggi.

Menurutnya, tren penambahan kasus masih tinggi dengan rata-rata 40 ribuan kasus per hari dan tidak ada wilayah yang steril dari Covid-19. Tingginya penularan varian Delta yang memang mudah menular menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kematian.

Di sisi lain, katanya, pemerintah menguatkan testing dan tracing terutama di pemukiman padat penduduk dan berkomitmen untuk meningkatkan volume testing dari sekitar 300 ribu menjadi 500 ribu per hari. Mekanisme tracing atau pelacakan juga akan menggunakan sistem perangkat lunak Silacak untuk memudahkan mengetahui kontak erat pasien. Kontak erat akan diarahkan melakukan karantina dan entry test.

"Kita juga lakukan percepatan vaksin untuk menaikkan imunitas tubuh. Vaksinasi juga mengurangi risiko tertular, menderita sakit berat, bahkan risiko kematian dari pasien terjangkit covid-19," ujar dia.

dr. Siti Nadia juga meminta partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam membantu menghambat, bahkan memutus transmisi virus. Salah satu caranya dengan patuh pada protokol kesehatan.

"Sebagai tindak pencegahan penyebaran, masyarakat yang terdeteksi sebagai kasus positif, diharapkan langsung melapor kepada petugas setempat agar dapat dipantau dan dihubungkan dengan akses kesehatan," pungkasnya.[]