Lifestyle

Waspada Stunting, Jangan Lupa Mengecek Berat Badan Si Kecil

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Selain tinggi, berat badan Si Kecil juga harus dipantau untuk mencegah stunting.


Waspada Stunting, Jangan Lupa Mengecek Berat Badan Si Kecil
Ilustrasi - cegah stunting dengan pemantauan berat dan tinggi badan anak hingga berusia dua tahun (FREEPIK)

AKURAT.CO, Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal kehidupannya.

Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Pertumbuhan tinggi badan selalu menjadi parameter terjadinya stunting pada anak. Ya, gejala yang paling mudah dikenali adalah tinggi badan anak kurang dari 85 cm pada usia dua tahun. Namun, Bunda tidak boleh melupakan berat badan Si Kecil. Menurut dokter spesialis anak, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, stunting biasanya diawali dengan masalah berat badan, kemudian berlanjut ke tinggi badan.

Oleh sebab itu, Bunda wajib mengukur dan memantau tinggi serta berat badan Si Kecil hingga usianya dua tahun.

"Stunting tidak terjadi tiba-tiba, selalu diawali dengan berat badan tidak optimal. Berat badan itu berubah dulu tidak optimal baru tinggi badan berubah," kata dr. Tiwi, dikutip AKURAT.CO pada Kamis, (28/10/2021). 

"Evaluasi penambahan berat badan bisa jadi deteksi dini mencegah stunting," tambahnya. 

Menurut ahli kesehatan anak, dr Conny Tanjung, berat dan tinggi berat badan Si Kecil harus diukur setidaknya delapan kali dalam 12 bulan.

"Mengukur dan memantau pertumbuhan anak penting dilakukan orangtua untuk dapat mengambil langkah demi mencegah gagal tumbuh dan stunting," ujar dr Conny Tanjung. 

Apabila berat badan Si Kecil tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan yang ditetapkan WHO, Bunda dapat melakukan tindakan pencegahan. Salah satu cara paling efektif untuk memacu pertumbuhan Si Kecil adalah memberikan asupan nutrisi seimbang.

Selain memastikan asupannya, Bunda juga perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Bunda harus memastikan penyebab perubahan berat badan Si Kecil, terutama di masa awal kehidupannya.

"Kunci cegah stunting hanya dua. Pertama pemberian ASI baik dan MPASI optimal. Kalau keduanya bisa dilakukan harusnya tidak ada berat badan tidak naik," dr. Tiwi. 

Waspada Stunting, Jangan Lupa Mengecek Berat Badan Si Kecil - Foto 1
Grafik pertumbuhan anak WHO

Bun, stunting harus dideteksi atau ditangani sedini mungkin. Pasalnya, dampak kekurangan nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan bersifat permanen atau tak bisa diperbaiki. Dampaknya bukan hanya terkait tinggi badan, tapi juga memengaruhi berbagai aspek kesehatan lainnya, di antaranya: 

  • Menurunkan kemampuan perkembangan kognitif otak anak.
  • Kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit.
  • Risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan atau obesitas.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit pembuluh darah.
  • Kesulitan belajar.[]