Lifestyle

Waspada, Ponsel Pintar dan Tablet Bisa Ganggu Perkembangan Mental Anak!


Waspada, Ponsel Pintar dan Tablet Bisa Ganggu Perkembangan Mental Anak!
Hanya satu jam saja menatap gawai sudah cukup membuat anak-anak cenderung mudah gelisah dan depresi (Irishmail)

AKURAT.CO, Di zaman modern sekarang ini, sudah lazim bagi orangtua untuk mengizinkan anaknya menggunakan gawai canggih seperti ponsel pintar dan tablet. Namun, tindakan ini rasanya perlu dipikir ulang. Pasalnya, penelitian terbaru menyebutkan anak-anak, bahkan yang masih berumur dua tahun, terancam mengalami gangguan mental akibat ponsel pintar dan tablet.

Dilansir AKURAT.CO dari Dailymail, Senin (5/11), hanya satu jam saja menatap layar gawai sudah cukup membuat anak-anak cenderung mudah gelisah atau depresi.

Selain itu, gawai juga cenderung menghambat rasa ingin tahu mereka, kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas, membuat emosinya kurang stabil, dan kurang bisa mengendalikan diri.

Meski remaja lebih rentan terkena bahaya dari gawai ini, anak-anak di bawah 10 tahun dan balita yang otaknya masih berkembang ternyata juga ikut terdampak.

Penelitian dari San Diego State University dan University of Georgia ini dilakukan dengan menganalisa data yang diberikan para orangtua dari 40.000 anak-anak berumur 2-17 tahun melalui survei kesehatan pada tahun 2016.

Hasilnya, baik remaja yang menghabiskan waktu 7 jam perhari menatap layar maupun yang hanya menghabiskan waktu 1 jam sama-sama berisiko dua kali lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan atau depresi.

Sementara itu, balita yang kerap menggunakan gawai juga berisiko dua kali lebih tinggi kehilangan kemampuan mengendalikan diri dan 46% lebih susah ditenangkan saat emosinya meledak-ledak.

Pada remaja berumur 14-17 tahun, 42%-nya yang menghabiskan waktu lebih dari 7 jam menatap layar ternyata tidak mampu menyelesaikan tugas.

Pada anak umur 11-13 tahun, 9%-nya yang menghabiskan waktu satu jam perhari menjadi tidak terlalu penasaran atau tertarik mempelajari hal-hal baru.

Itulah sebabnya para pakar menganjurkan agar para orangtua dan guru semakin ketat membatasi waktu anak menggunakan gawai dan menonton TV saat mereka sedang belajar, bersosialisasi, sedang makan, atau bahkan sedang berolahraga.

Selain itu, anak-anak yang kecanduan gawai berisiko mengalami susah tidur, obesitas, dan menjadi bahan ejekan dalam 'cyber-bullying', serta kehilangan kemampuan bersosialisasi karena kurangnya interaksi tatap muka secara langsung.[]